
Pantau - Iran dilaporkan belum mampu membuka kembali Selat Hormuz secara penuh akibat kesulitan menemukan ranjau laut yang dipasang sebelumnya, sehingga membatasi lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut.
Laporan The New York Times yang dikutip pada Jumat (10/4) menyebutkan kendala tersebut terjadi karena sebagian ranjau tidak terlacak atau hanyut setelah dipasang.
Pejabat Amerika Serikat menyatakan kondisi ini menghambat upaya Iran untuk memastikan jalur pelayaran aman meski ada tekanan internasional untuk segera membuka akses sepenuhnya.
Ranjau Laut Hambat Jalur Strategis
Iran diketahui memasang ranjau menggunakan kapal kecil setelah pecahnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Langkah tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan lalu lintas kapal tanker serta memicu kenaikan harga energi global.
Meski Teheran masih membuka koridor sempit bagi kapal yang bersedia membayar tol, jalur aman dinilai tetap terbatas karena keberadaan ranjau yang belum sepenuhnya teridentifikasi.
Negosiasi dan Tantangan Teknis
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan selat itu akan tetap dibuka "dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," yang merujuk pada kesulitan dalam pembersihan ranjau.
Pihak Amerika Serikat menilai proses pembersihan ranjau laut jauh lebih kompleks dibanding pemasangannya, sementara kemampuan kedua negara dalam operasi tersebut masih terbatas.
Isu pembukaan Selat Hormuz diperkirakan menjadi agenda utama dalam perundingan Iran dan Amerika Serikat di Pakistan, di mana Washington mendorong pembukaan jalur secara "lengkap, segera, dan aman."
- Penulis :
- Aditya Yohan








