
Pantau - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan sebesar Rp81,03 per kilogram atau 2,02 persen menjadi Rp4.088,09 per kilogram untuk periode 15 hingga 21 April 2026.
Kenaikan Harga Dipicu Lonjakan CPO dan Kernel
Kenaikan harga tertinggi tercatat pada kelompok umur tanaman 9 tahun yang menjadi acuan utama dalam penetapan harga TBS pekan ini.
Kenaikan harga TBS dipengaruhi oleh naiknya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasar.
Harga CPO tercatat naik sebesar Rp197,16 per kilogram menjadi Rp16.235,50 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, harga kernel juga mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp840,32 per kilogram menjadi Rp16.128,00 per kilogram.
Harga penjualan CPO pada pekan ini turut meningkat sebesar Rp88,10 menjadi Rp16.237,50 per kilogram.
Harga kernel pada penjualan juga naik sebesar Rp493,50 menjadi Rp16.128,00 per kilogram.
Harga Mitra Plasma dan Perbaikan Tata Kelola
Harga pembelian TBS untuk petani mitra plasma juga mengalami kenaikan sebesar Rp41,42 per kilogram atau 1,02 persen.
Dengan kenaikan tersebut, harga TBS mitra plasma ditetapkan menjadi Rp4.116,83 per kilogram.
Pemerintah terus melakukan perbaikan tata kelola penetapan harga TBS agar sesuai regulasi dan adil bagi seluruh pihak yang terlibat.
Upaya perbaikan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.
Perbaikan tata kelola diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sawit di daerah tersebut.
Peningkatan pendapatan petani diharapkan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.
- Penulis :
- Leon Weldrick





