
Pantau - Kementerian Perindustrian mengembangkan platform terintegrasi berbasis digitalisasi dan kecerdasan buatan atau AI untuk mempercepat transformasi sektor manufaktur nasional guna meningkatkan daya saing global.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa, 14 April 2026 pukul 18.12 WIB sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa langkah ini bertujuan agar industri nasional mampu beradaptasi sekaligus menjadi pemain utama dalam rantai pasok global yang semakin cerdas dan terkoneksi.
Ia mengungkapkan, "Digitalisasi dan penerapan industri 4.0 merupakan kunci dalam mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan dan tangguh menghadapi dunia global serta dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global".
Kolaborasi Internasional Percepat Digitalisasi Industri
Pengembangan platform ini dilakukan melalui kolaborasi strategis lintas negara yang melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bersama Irootech Technology Co. Ltd. dan Machinery Industry Education Development Center China.
Ketiga pihak tersebut membentuk aliansi untuk membangun platform kolaborasi internasional di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyatakan bahwa perubahan cepat dalam revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan berkompetensi tinggi.
Ia mengatakan, "Hal inilah yang memacu Kemenperin untuk terus melakukan kolaborasi strategis lintas negara, khususnya dalam pengembangan SDM dan penempatan tenaga kerja di bidang industri 4.0".
Aliansi Talenta Digital Indonesia-China Diresmikan
Dalam kunjungan kerja ke China, tim BPSDMI mengunjungi berbagai institusi pendidikan vokasi dan perusahaan industri serta menghadiri konferensi internasional terkait digitalisasi dan AI.
Pada agenda tersebut, secara resmi diluncurkan Aliansi Kerja Sama Internasional untuk Pengembangan Talenta Digitalisasi Industri dan Kecerdasan Buatan yang melibatkan sektor industri, pendidikan, dan pemerintah kedua negara.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Wulan Aprilianti Permatasari menjelaskan bahwa aliansi ini bertujuan membangun kolaborasi global, memperkuat integrasi pendidikan dan industri, serta mencetak talenta profesional berkualitas tinggi.
Vice President Irootech Technology Co. Ltd. Ye Fei mengatakan, "Platform kolaboratif yang dibangun ini bertujuan untuk mengembangkan talenta terampil di bidang digitalisasi industri dan memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan vokasi, serta mendorong perkembangan bersama".
Kerja sama ini merupakan implementasi nota kesepahaman yang ditandatangani pada 16 September 2025 mencakup pengembangan, pelatihan, dan penempatan tenaga kerja di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan.
- Penulis :
- Leon Weldrick








