
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai situasi energi Indonesia mulai memasuki zona aman setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan diplomatik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pasokan minyak dan gas.
Diplomasi Energi Dinilai Berhasil
Eddy menyatakan bahwa hasil diplomasi tersebut membuka peluang kerja sama pembelian minyak mentah dan gas dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Ia mengungkapkan, "Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman."
Menurutnya, kondisi pasar energi global saat ini cenderung menjadi sellers market, di mana negara produsen memiliki kendali dalam menentukan harga dan distribusi energi.
Ia menambahkan, "Sehingga kita tidak perlu khawatir bahwa suatu ketika misalnya kendaraan kita nggak bisa berjalan ya, kapal laut tidak bisa berlayar, ya kereta api tidak bisa berjalan."
Pemerintah Jaga Stabilitas BBM
Eddy juga menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan bakar minyak bagi masyarakat.
Ia menyebut kebijakan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, termasuk LPG 3 kilogram, menjadi langkah strategis menjaga daya beli masyarakat.
Ia mengatakan, "Jadi saya kira ini kebijakan yang sangat baik untuk menjaga daya beli masyarakat."
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi, ekonomi, pertanian, hingga industri dan farmasi.
Presiden Prabowo menyatakan, "Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








