
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan PT Huawei Tech Investment menandatangani nota kesepahaman untuk menghadirkan teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem perkeretaapian Indonesia.
Fokus Pengembangan Teknologi 5G dan AI
Penandatanganan kerja sama dilakukan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4), sebagai langkah awal transformasi digital sektor transportasi kereta api.
CEO KAI Bobby Rasyidin mengatakan, "Mudah-mudahan penandatanganan MoU pada hari ini merupakan titik awal dari kita membuat satu lompatan yang sangat hebat sekali ke depannya."
Kerja sama ini mencakup tiga fokus utama, yakni pengembangan infrastruktur Information and Communication Technology (ICT), penerapan jaringan 5G berbasis Future Railway Mobile Communication System (FRMCS), serta deteksi gerbong barang berbasis AI.
Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan perkeretaapian secara menyeluruh.
Uji Coba dan Peningkatan Keselamatan
Salah satu implementasi awal akan dilakukan melalui proyek percontohan di jalur Rangkasbitung–Tanah Abang, khususnya untuk pengaturan perjalanan kereta dan keselamatan perlintasan sebidang.
Bobby menegaskan, "Karena di industri transportasi ini, itu yang namanya safety itu tidak boleh ada toleransi sama sekali."
Sementara itu, CEO Huawei Smart Rail Business Unit Raymond Zuo menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi tersebut.
Ia mengungkapkan, "Solusi 5G FRMCS dan aplikasi berbasis AI kami akan membantu mentransformasi operasional perkeretaapian Indonesia."
Kerja sama ini juga mencakup penyediaan jaringan backbone, konektivitas nirkabel di stasiun dan depo, serta solusi cloud untuk mendukung fleksibilitas dan keberlanjutan layanan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








