HOME  ⁄  Ekonomi

Tekanan Ekonomi Indonesia 2026 Dinilai Meningkat, Inflasi dan Daya Beli Jadi Sorotan Utama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tekanan Ekonomi Indonesia 2026 Dinilai Meningkat, Inflasi dan Daya Beli Jadi Sorotan Utama
Foto: (Sumber : Pengunjung melihat salah satu stan saat Konvensi dan Pameran Panas Bumi Internasional Indonesia (IIGCE) Ke-10 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (18/9/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc..)

Pantau - Kondisi ekonomi Indonesia pada 2026 dinilai menghadapi tekanan yang semakin nyata, ditandai dengan kenaikan harga, lemahnya pasar tenaga kerja, serta menurunnya kepercayaan terhadap arah kebijakan.

Inflasi Naik dan Daya Beli Terancam

Survei Ahli Ekonomi Semester I 2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI menunjukkan mayoritas ekonom menilai kondisi ekonomi memburuk atau stagnan.

Sebanyak 85 ekonom yang terlibat dalam survei tersebut melihat adanya tekanan signifikan, terutama dari sisi inflasi yang diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat.

Kenaikan inflasi ini dinilai berpotensi menggerus daya beli masyarakat, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika konsumsi rumah tangga melemah, dampaknya turut dirasakan dunia usaha melalui penurunan permintaan yang berujung pada perlambatan produksi dan penyerapan tenaga kerja.

Tantangan Kebijakan dan Ketimpangan

Survei tersebut juga mencatat pasar tenaga kerja dan lingkungan bisnis diproyeksikan tetap lesu bahkan cenderung memburuk.

Para ekonom menilai kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan pasar tenaga kerja masih memiliki keterbatasan dalam mendorong pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

Meskipun terdapat sedikit perbaikan dalam persepsi terhadap kebijakan moneter, hal tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi tekanan ekonomi secara menyeluruh.

Selain itu, kekhawatiran terhadap meningkatnya ketimpangan ekonomi juga menguat, menandakan bahwa pertumbuhan yang terjadi belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam situasi ini, diperlukan langkah kebijakan yang lebih tepat, terukur, dan konsisten untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif.

Penulis :
Ahmad Yusuf