
Pantau - Bank Indonesia mencatat kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2026 meningkat dan berada dalam fase ekspansi, tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI-BI) yang mencapai 52,03 persen.
Kinerja Industri Didukung Produksi dan Pesanan
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 51,86 persen.
Ia menjelaskan peningkatan PMI-BI didorong oleh beberapa komponen utama seperti volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan total pesanan.
“PMI-BI triwulan I 2026 didorong oleh volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan yang berada pada fase ekspansi,” ujarnya.
Secara sektoral, industri kertas dan barang dari kertas mencatat indeks tertinggi sebesar 57,27 persen, diikuti industri kulit dan alas kaki sebesar 55,83 persen, serta industri makanan dan minuman sebesar 55,33 persen.
Proyeksi Triwulan II Tetap Ekspansif
BI memprakirakan kinerja industri pengolahan akan tetap berada dalam fase ekspansi pada triwulan II 2026 dengan indeks sebesar 52,26 persen.
Peningkatan tersebut diperkirakan masih didorong oleh produksi, persediaan barang jadi, dan permintaan pasar.
Selain itu, sejumlah subsektor seperti industri furnitur, kulit dan alas kaki, serta makanan dan minuman diproyeksikan menjadi penopang utama pertumbuhan.
Kondisi ini menunjukkan aktivitas manufaktur nasional tetap terjaga seiring meningkatnya permintaan dan aktivitas produksi di berbagai sektor.
- Penulis :
- Aditya Yohan








