HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Tembus 4.077 Ton, Nilai Capai Rp377,5 Miliar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Tembus 4.077 Ton, Nilai Capai Rp377,5 Miliar
Foto: (Sumber : Buah durian. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat ekspor durian beku Indonesia ke China mencapai 4.077 ton dengan nilai Rp377,5 miliar sejak awal 2026.

Kinerja Ekspor dan Akses Pasar China

Kepala Barantin Sahat M. Panggabean menyampaikan total 151 kontainer durian beku telah diberangkatkan ke China hingga saat ini.

"Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini, sudah 151 kontainer diberangkatkan ke China," ungkapnya.

Akses ekspor ini terbuka setelah kesepakatan protokol antara Indonesia dan China pada Mei 2025, yang kemudian diikuti pengiriman perdana pada Desember 2025.

Barantin juga melepas ekspor terbaru sebanyak 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah pada Kamis (16/4).

Dampak Ekonomi dan Potensi Petani

Kerja sama ini dinilai menguntungkan petani karena memangkas waktu pengiriman dari sebelumnya 56 hari menjadi sekitar 22 hingga 26 hari.

Selain efisiensi logistik, harga durian ekspor ke China juga lebih tinggi, yakni lima hingga tujuh kali lipat dibandingkan harga di pasar domestik.

Barantin menargetkan Indonesia dapat menguasai 5 hingga 10 persen pangsa pasar durian China yang berpotensi menghasilkan devisa Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.

Saat ini terdapat delapan rumah pengemasan durian beku yang telah mengantongi izin ekspor ke China, dengan tujuh di antaranya berada di Sulawesi Tengah sebagai sentra produksi utama.

Beberapa varietas unggulan seperti bawor, super tembaga, dan namlung disebut memiliki rasa dan aroma kuat yang diminati konsumen China.

Penulis :
Aditya Yohan