
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 39,89 poin atau 0,52 persen ke level 7.594,11 pada Senin sore akibat aksi ambil untung investor dan sikap wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Tekanan Domestik dan Sentimen Suku Bunga
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan, "Dari dalam negeri, IHSG melemah karena aksi taking profit dan wait and see menjelang rilisnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 22 April 2025 ,".
Bank Indonesia dijadwalkan menggelar RDG pada 21-22 April 2026 setelah sebelumnya menahan suku bunga selama enam bulan berturut-turut.
Nico menyampaikan, "Meskipun inflasi saat ini masih berada dalam target, risikonya cenderung meningkat, terutama akibat ketegangan geopolitik yang berpotensi mendorong inflasi inti,".
Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan akan tetap di level 4,75 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
IHSG sempat dibuka menguat namun berbalik melemah hingga sesi pertama berakhir dan terus berada di zona merah sampai penutupan perdagangan.
Pengaruh Global dan Kinerja Sektoral
Dari sisi global, bursa saham Asia cenderung menguat setelah China mempertahankan suku bunga pinjaman di level terendah selama 11 bulan berturut-turut.
Penguatan tersebut tertahan oleh penurunan tajam futures saham Amerika Serikat akibat ketegangan geopolitik setelah Washington menyita kapal kargo Iran.
Teheran merespons dengan ancaman balasan dan menutup peluang negosiasi lanjutan.
Seluruh 11 sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC mengalami pelemahan dengan sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 1,86 persen.
Sektor teknologi turun 1,62 persen dan sektor energi melemah 1,29 persen.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 3,02 poin atau 0,40 persen ke posisi 755,85.
Saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DEFI, LCKM, MDIA, KICI, dan BAPA.
Saham dengan pelemahan terbesar yaitu MLPT, RISE, NIRO, RSCH, dan TCPI.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.461.693 transaksi dengan volume perdagangan mencapai 40,83 miliar lembar saham.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp17,21 triliun dengan sebanyak 247 saham menguat, 424 saham melemah, dan 148 saham stagnan.
Bursa saham Asia lainnya ditutup menguat dengan Indeks Nikkei naik 404,60 poin atau 0,69 persen ke 58.880,50.
Indeks Hang Seng naik 200,74 poin atau 0,77 persen ke 26.361,07.
Indeks Shanghai naik 30,70 poin atau 0,76 persen ke 4.082,13.
Indeks Straits Times naik 6,14 poin atau 0,12 persen ke 5.004,07.
- Penulis :
- Leon Weldrick








