
Pantau - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa minat investasi ke Indonesia masih tinggi meski di tengah gejolak geopolitik dan geoekonomi global akibat konflik Iran.
Minat Investor Asing Tetap Tinggi
Rosan menyampaikan bahwa ketertarikan investor asing terhadap Indonesia tetap kuat dan sejalan dengan target investasi yang telah direncanakan pemerintah.
"Terlepas dari keadaan sekarang perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka (pemodal asing) untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi, masih sangat-sangat baik, dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tingginya minat investasi tersebut tercermin dari hasil lawatan luar negeri Presiden Prabowo ke sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan, serta aliran investasi dari Singapura dan China.
Rosan mengungkapkan potensi investasi dari Jepang mendekati 30 miliar dolar AS, sementara dari Korea Selatan sekitar 10 miliar dolar AS.
"Jadi ya Alhamdulillah cukup, sangat-sangat baiklah. China juga tetap tinggi itu investasinya yang akan masuk ke kita di bidang, bersama-sama juga dengan kami. Mereka juga investasinya sangat-sangat terjaga dan sangat-sangat baik," katanya.
Arahan Presiden Jaga Iklim Investasi
Di tengah tren positif tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar iklim investasi di Indonesia tetap kondusif dan tidak terhambat oleh regulasi.
"Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat, peraturan-peraturan kita yang justru menghambat," kata Rosan menyampaikan pesan Presiden.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap regulasi dengan membandingkan standar di kawasan ASEAN dan aturan internasional seperti OECD.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif dalam menarik investasi global dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








