
Pantau - Badan Pengusahaan Batam mencatat realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Lonjakan Investasi Didominasi PMA dan PMDN
“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” ungkap Kepala BP Batam Amsakar Achmad.
Komposisi investasi terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.
Pertumbuhan PMDN yang mencapai 216 persen secara tahunan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor domestik, sementara PMA tetap stabil.
Secara sektoral, investasi didorong oleh industri mesin dan elektronik, kimia dan farmasi, jasa lainnya, serta sektor perumahan dan kawasan industri.
Peran Strategis Batam dan Dampak Ekonomi
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut Batam menyumbang sekitar 73,5 persen dari total investasi Kepulauan Riau yang mencapai Rp23,8 triliun pada periode yang sama.
“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari kualitas struktur investasi.
“Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh secara agresif, menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, Singapura menjadi investor terbesar di Batam dengan nilai Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








