HOME  ⁄  Ekonomi

BPH Migas Pastikan BBM Satu Harga Jaga Akses Energi di Maluku Utara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPH Migas Pastikan BBM Satu Harga Jaga Akses Energi di Maluku Utara
Foto: (Sumber : Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menghadiri kunjungan kerja reses Komisi XII DPR di Ternate, Maluku Utara, Kamis (23/4/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas.)

Pantau - BPH Migas memastikan program BBM Satu Harga menjaga akses energi masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Akses Energi dan Distribusi BBM Terjaga

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan program BBM Satu Harga menjamin masyarakat di wilayah 3T memperoleh bahan bakar dengan harga setara di seluruh Indonesia.

"Aksesibilitas BBM di masyarakat kepulauan di Maluku Utara dipastikan dapat BBM, baik itu minyak tanah, kemudian Biosalar dan Pertalite," ujar Wahyudi dalam kunjungan kerja reses Komisi XII DPR di Ternate, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan hingga Desember 2025 terdapat 212 penyalur BBM Satu Harga di wilayah Papua dan Maluku, dengan 53 titik berada di Maluku Utara.

Wahyudi menambahkan kebutuhan tambahan penyalur BBM Satu Harga di Maluku Utara untuk periode 2025 hingga 2029 diperkirakan mencapai lima titik baru.

"Stok dan distribusi BBM di Maluku Utara sangat aman dan tidak terjadi kendala," katanya menegaskan.

Tantangan Wilayah Kepulauan dan Dukungan Distribusi

Distribusi BBM di wilayah kepulauan dinilai memiliki tantangan tersendiri karena bergantung pada jalur laut sebagai akses utama.

Anggota Komisi XII DPR Syarif Fasha mengatakan kondisi geografis Maluku Utara memerlukan perhatian khusus dalam menjaga pasokan energi.

"Provinsi Maluku Utara ini adalah wilayah kepulauan, karena tidak semua bisa lewat darat, lebih banyak lewat laut. Ini yang mungkin nanti perlu dipikirkan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Adityawarman menyampaikan pihaknya terus mengevaluasi titik distribusi agar pasokan tidak terlambat.

Ia memastikan distribusi BBM dan LPG dilakukan secara terjadwal melalui kapal dan moda transportasi lainnya untuk menjaga ketersediaan energi.

BPH Migas juga menekankan pentingnya komunikasi antarpemangku kepentingan guna memastikan distribusi energi berjalan optimal dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf