
Pantau - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, bertambah menjadi tujuh orang pada Selasa pagi.
Proses Evakuasi dan Data Korban
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan korban meninggal tercatat tujuh orang, sementara 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, serta tiga orang masih terperangkap di dalam kereta.
“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses evakuasi berlangsung selama sekitar delapan jam dengan kehati-hatian tinggi untuk menjaga keselamatan korban.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” kata dia.
Penanganan dan Operasional Kereta
KAI menyatakan seluruh rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang terdiri dari 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” ujarnya.
Saat ini proses evakuasi difokuskan pada lokomotif serta korban yang masih terperangkap dengan mengedepankan aspek keselamatan.
KAI juga menyampaikan jalur hilir sudah dapat digunakan kembali, sementara layanan Commuter Line masih dibatasi hingga Stasiun Bekasi.
Selain itu, posko tanggap darurat dan layanan call center 121 disiapkan untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi.
Insiden kecelakaan terjadi pada Senin malam yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan rangkaian KRL di wilayah Bekasi Timur.
- Penulis :
- Aditya Yohan







