
Pantau - Bank Indonesia resmi melakukan soft launching layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS lintas negara antara Indonesia dan China pada 30 April 2026 di Beijing sebagai langkah memperkuat konektivitas sistem pembayaran kedua negara.
Kerja sama ini memungkinkan masyarakat Indonesia di China bertransaksi menggunakan QRIS, begitu pula masyarakat China di Indonesia dengan sistem yang terintegrasi lintas negara.
Uji Coba dan Capaian Transaksi
Uji coba QRIS lintas negara ini telah dilakukan sejak 17 Agustus 2025 bekerja sama dengan People’s Bank of China.
Selama masa uji coba, tercatat sebanyak 1,64 juta transaksi inbound atau transaksi yang dilakukan oleh masyarakat China di Indonesia dengan nilai mencapai sekitar Rp556 miliar.
Sementara itu, transaksi outbound atau transaksi masyarakat Indonesia di China tercatat sekitar 8.000 transaksi dengan nilai Rp6,4 miliar.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyatakan, "Pencapaian penting ini mencerminkan kolaborasi yang kuat dan terus berkembang antara Bank Indonesia dan bank sentral China, serta kemitraan erat dengan para pemangku kepentingan industri dari kedua negara; dan yang lebih penting lagi, hal ini merupakan langkah maju yang nyata dalam memperkuat konektivitas keuangan antara Indonesia dan China," ungkapnya.
Filianingsih menambahkan, "Transaksi inbound itu menunjukkan adanya permintaan yang kuat, meskipun partisipasi masih terbatas pada sejumlah pengguna awal terpilih. Di sisi transaksi keluar outbond, jumlah transaksi telah mencapai sekitar 8.000 transaksi, dengan nilai sekitar Rp6,4 miliar. Kami yakin bahwa angka-angka ini akan terus tumbuh menyusul pelaksanaan soft launching pada hari ini," jelasnya.
Integrasi Sistem dan Dampak Ekonomi
Untuk saat ini, penggunaan QRIS di China masih terbatas melalui sistem pembayaran Alipay.
Sistem pembayaran lain seperti WeChat Pay dan UnionPay International belum sepenuhnya terintegrasi dalam tahap awal implementasi ini.
Filianingsih menjelaskan, "Dengan memungkinkan pengguna untuk bertransaksi menggunakan aplikasi seluler domestik mereka, kami meningkatkan kenyamanan sekaligus tetap menjaga perlindungan yang kuat bagi para pengguna. Di luar dimensi teknis, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendukung arus pariwisata, memfasilitasi partisipasi UMKM dalam perdagangan lintas batas, serta semakin memperkuat konektivitas antar-masyarakat Indonesia dan China," ujarnya.
Kerja sama ini juga sejalan dengan implementasi Kerangka Kerja Transaksi Mata Uang Lokal atau Local Currency Transaction Framework.
Ia menambahkan, "Melalui Kerangka Kerja Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction Framework), kami juga ingin meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga, serta memperkuat ketahanan sistem keuangan kami," tegasnya.
Peluncuran resmi QRIS lintas negara Indonesia-China dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Shanghai dengan melibatkan 24 penyelenggara dari Indonesia dan 19 dari China.
Sebelum implementasi dengan China, QRIS lintas negara telah lebih dulu digunakan di Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
- Penulis :
- Shila Glorya





