
Pantau - Ekonom menilai kepastian kerja bagi peserta Program Magang Nasional menjadi hal krusial yang harus diperjelas guna memastikan keberlanjutan karier para lulusan baru setelah menyelesaikan masa magang.
Pentingnya Sinkronisasi dengan Kebutuhan Industri
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyatakan bahwa desain besar program magang harus selaras dengan kebutuhan industri agar memberikan manfaat maksimal bagi peserta.
Ia mengungkapkan, "Grand design dari program magang yang mestinya harus disesuaikan dengan kebijakan industri atau kebijakan pengembangan usaha, bisnis dan sektor yang mana (yang relevan) itu menjadi sangat penting."
Menurutnya, koordinasi dan dialog antara penyelenggara program dengan sektor industri diperlukan agar peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki arah karier yang jelas.
Ia menambahkan, "Jadi diperlukan dialog, koordinasi dengan pihak industrinya supaya nanti program magang ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan arah prioritas ke depan."
Dorongan Kepastian Rekrutmen Peserta Magang
Senada dengan itu, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menekankan pentingnya kepastian rekrutmen bagi peserta setelah menyelesaikan program magang.
Ia mengatakan, "Kita tetap mendorong adanya kepastian karier peserta magang yang diperjelas. Itu yang paling penting dari program Magang Nasional ini."
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 11.949 peserta telah menyelesaikan Magang Nasional Tahap I.
Data sementara menunjukkan sekitar 20 hingga 30 persen peserta telah direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Informasi tambahan, pemerintah masih mengumpulkan data lanjutan terkait jumlah pasti peserta yang terserap ke dunia kerja setelah program berakhir.
- Penulis :
- Aditya Yohan





