HOME  ⁄  Ekonomi

IKG 2025 Turun Jadi 0,402, BPS Catat Ketimpangan Gender di Indonesia Mulai Membaik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IKG 2025 Turun Jadi 0,402, BPS Catat Ketimpangan Gender di Indonesia Mulai Membaik
Foto: Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026) (sumber: ANTARA/Bayu Saputra.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tahun 2025 sebesar 0,402 atau turun 0,019 poin dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 0,421.

Penurunan ini menunjukkan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan masih terjadi, namun kondisinya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, "Selama lima tahun terakhir, nilai IKG indonesia menunjukkan tren yang menurun. Penurunan ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam ketimpangan secara agregat," ungkapnya.

IKG digunakan untuk mengukur ketimpangan gender dalam tiga dimensi utama yaitu kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.

Semakin kecil nilai IKG, maka ketimpangan gender antara laki-laki dan perempuan semakin rendah atau membaik.

Indikator Perbaikan Mulai Terlihat

Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif dalam upaya menekan ketimpangan gender di Indonesia.

Indikator persalinan yang tidak dilakukan di fasilitas kesehatan menurun dari 0,094 pada 2024 menjadi 0,077 pada 2025.

Persentase kesenjangan anggota legislatif laki-laki dan perempuan menyempit dari 57,82 persen pada 2020 menjadi 55,44 persen pada 2025.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan juga meningkat dari 56,42 pada 2024 menjadi 56,63 pada 2025 berdasarkan data Sakernas Agustus.

Ketimpangan Antarwilayah Masih Terjadi

Meski mengalami perbaikan, ketimpangan gender antarwilayah di Indonesia masih terlihat signifikan.

Sebanyak 21 provinsi memiliki nilai IKG lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Wilayah Indonesia bagian timur cenderung memiliki nilai IKG lebih tinggi yang menunjukkan ketimpangan gender lebih besar.

Papua Pegunungan tercatat sebagai provinsi dengan nilai IKG tertinggi sebesar 0,584.

Sementara itu, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan nilai IKG terendah sebesar 0,144.

Penulis :
Leon Weldrick