
Pantau - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkuat konektivitas logistik di Sumatera Selatan melalui rencana integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat atau Pelabuhan Palembang Baru yang ditargetkan mulai dibangun pada 2026.
Penandatanganan nota kesepahaman proyek integrasi konektivitas tol tersebut dilakukan di Jakarta pada 13 Mei 2026 dengan melibatkan sejumlah badan usaha milik negara.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan integrasi jalan tol dilakukan untuk mendukung dan menindaklanjuti pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.
“Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi komoditas, menekan biaya logistik, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera,” ungkap Todotua.
Tol Terhubung dengan Jalan Tol Trans Sumatera
Todotua menjelaskan ruas tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat akan terhubung langsung dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatera.
Jalan Tol Trans Sumatera saat ini telah mencapai Sumatera Selatan dan ditargetkan tersambung hingga Jambi pada akhir tahun.
Pemerintah akan membangun jalur interline tol menuju Tanjung Carat dengan panjang sekitar 80 kilometer.
Selain itu, pemerintah juga melanjutkan pengembangan ruas Palembang–Prabumulih serta Prabumulih–Muara Enim.
Pengembangan ruas menuju Muara Enim memiliki panjang sekitar 37 kilometer untuk mendekatkan akses logistik ke kawasan sumber daya alam.
Todotua mengatakan keberadaan akses tol menuju pelabuhan akan meningkatkan kualitas sistem logistik di Sumatera Selatan dan dapat dimanfaatkan provinsi lain seperti Jambi.
“Provinsi lain nantinya juga dapat memanfaatkan jalur tol dan pelabuhan untuk mendukung distribusi logistik,” ujarnya.
Investasi Rp26 Triliun dan Dorong Distribusi Komoditas
Nilai investasi pembangunan jaringan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat diperkirakan mencapai sekitar Rp26 triliun.
Todotua menilai integrasi tol dan pelabuhan akan memberikan multiplier effect besar terhadap perekonomian daerah.
Menurut dia, pembangunan konektivitas tersebut memiliki dua tujuan utama yakni meningkatkan volume distribusi komoditas menuju pasar domestik dan ekspor serta mengefisienkan biaya logistik dan memperkuat rantai pasok.
Komoditas yang diperkirakan mengalami peningkatan distribusi meliputi batu bara, kopi, karet, dan sawit.
PT Bukit Asam disebut selama ini menghadapi tantangan peningkatan volume produksi akibat keterbatasan jalur distribusi.
Dengan hadirnya infrastruktur baru, volume pengiriman komoditas diharapkan meningkat sekaligus menurunkan biaya logistik.
Todotua menyatakan proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.
BKPM menargetkan konstruksi proyek jalan tol dan pelabuhan dapat dimulai pada tahun 2026 dengan dukungan kesiapan lahan serta pembiayaan dari berbagai pihak.
- Penulis :
- Arian Mesa





