
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan naik meskipun terjadi fluktuasi kurs dolar Amerika Serikat pada 2026 karena pemerintah berkomitmen menjaga keterjangkauan dan stabilitas pasokan beras di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan Stabilitas Harga SPHP
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan pangan dan stabilitas pasokan beras bagi masyarakat.
Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa penguatan kurs dolar tidak berdampak pada harga beras SPHP.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan di bawah arahan pemerintah pusat.
Program ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat agar tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Kualitas beras SPHP tetap dijaga oleh Perum Bulog agar masyarakat memperoleh produk yang layak dan bermutu.
Harga beras SPHP ditetapkan berbeda di tiap wilayah di Indonesia.
Di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi harga ditetapkan Rp12.500 per kilogram.
Di wilayah Sumatera lainnya, NTT, dan Kalimantan harga ditetapkan Rp13.100 per kilogram.
Sementara di wilayah Maluku dan Papua harga maksimal Rp13.500 per kilogram.
Distribusi, Anggaran, dan Stok Nasional
Anggaran program SPHP tahun 2026 mencapai Rp4,97 triliun untuk subsidi sekitar 828 ribu ton beras.
Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan SPHP tahun sebelumnya yang telah berjalan sejak awal 2026.
Pemerintah juga menetapkan batas maksimal pembelian beras SPHP oleh masyarakat untuk menjaga pemerataan distribusi.
Konsumen dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kilogram atau alternatif 2 kemasan ukuran 2 kilogram.
Beras SPHP tidak boleh dijual kembali karena mengandung subsidi pemerintah.
Pemerintah mempertimbangkan kebutuhan pedagang makanan kecil seperti warung nasi dan usaha kuliner dalam kebijakan pembatasan.
Mitra Perum Bulog kini dapat membeli beras SPHP hingga 5 ton untuk memperlancar distribusi.
Kebijakan ini bertujuan agar stok beras di pasar tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan.
Pemerintah juga menyebut stok cadangan beras nasional mencapai 5,3 juta ton yang menjadi penyangga stabilitas harga pangan.
- Penulis :
- Arian Mesa





