
Pantau - Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong pengembangan budi daya kepiting bakau guna menjaga keberlanjutan ekspor di tengah meningkatnya permintaan dari pasar luar daerah maupun luar negeri.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa ekspor kepiting bakau saat ini masih bergantung pada hasil tangkapan masyarakat sehingga belum mampu menjamin kesinambungan pasokan dalam jangka panjang.
Menurutnya, hasil tangkapan alam memiliki keterbatasan sehingga ketersediaan komoditas tidak selalu stabil ketika permintaan pasar meningkat.
Sebagai daerah pengekspor, Mimika dinilai perlu memastikan pasokan kepiting bakau tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Karena itu, pemerintah daerah menilai pengembangan budi daya menjadi solusi yang lebih tepat untuk menjaga keberlangsungan ekspor komoditas tersebut.
Johannes Rettob mengungkapkan bahwa saat ini kepiting bakau asal Mimika telah menerima permintaan dari sejumlah negara, di antaranya China, Malaysia, dan Singapura.
Tingginya permintaan tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan sektor budi daya kepiting bakau.
Program Budi Daya Akan Dievaluasi dan Diperkuat
Pemerintah Kabupaten Mimika sebelumnya telah memulai program budi daya kepiting bakau di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah.
Namun, pelaksanaan program tersebut belum berjalan secara optimal.
Johannes Rettob menilai salah satu kemungkinan penyebabnya adalah minimnya pendampingan kepada masyarakat dalam menjalankan usaha budi daya.
Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan program tersebut.
Pemkab Mimika juga berencana mencari pola dan metode baru agar pengembangan budi daya kepiting bakau dapat berjalan lebih maksimal.
Pendekatan baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi kepiting bakau secara berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap hasil tangkapan alam.
Ekspor Kepiting Bakau Capai 16,9 Ton
Selain kepiting bakau, sektor perikanan Mimika juga memiliki komoditas unggulan lain seperti udang dan berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi.
Berdasarkan data Kantor Bea Cukai Mimika, ekspor kepiting bakau atau karaka selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 16,9 ton.
Komoditas tersebut sebagian besar dikirim ke Malaysia dan Singapura.
Data ekspor tersebut menunjukkan bahwa kepiting bakau menjadi salah satu komoditas perikanan unggulan yang memiliki prospek ekonomi besar bagi Kabupaten Mimika.
Pemerintah daerah berharap pengembangan budi daya tidak hanya menjaga keberlanjutan ekspor, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Sektor perikanan ditargetkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya





