HOME  ⁄  Nasional

Legislator DPR Desak Penguatan Barantin melalui Laboratorium, SDM, dan Infrastruktur Karantina

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Legislator DPR Desak Penguatan Barantin melalui Laboratorium, SDM, dan Infrastruktur Karantina
Foto: Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa'adah saat meninjau Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Satuan Pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa'adah mendorong penguatan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dari sisi kelembagaan, anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana agar mampu menjalankan fungsi pengawasan di pintu masuk dan keluar negara secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Rina usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten di Satuan Pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (17/7).

DPR Dorong Penguatan Laboratorium dan Anggaran

Rina mengatakan, "Kami melihat semangat dari teman-teman kami di karantina untuk menjaga pintu masuk dan pintu keluar Komoditi. Kalau dilihat ya dari perlengkapan sarpras dan juga perlengkapannya perlu masih ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, laboratorium yang tersertifikasi dan didukung peralatan memadai menjadi faktor penting untuk memastikan komoditas yang masuk ke Indonesia aman dikonsumsi serta memenuhi persyaratan ekspor ke negara tujuan.

Ia menambahkan, "Kami mendukung (badan) karantina yang baru, badan yang baru berdiri ini didukung dari sisi anggaran supaya mereka bisa meningkatkan kualitas lab-nya, perlengkapannya dan juga menjalin kerjasama-kerjasama dengan negara lain."

Beban Kerja Barantin Terus Meningkat

Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro menilai penguatan Barantin penting mengingat lembaga tersebut mengawasi lalu lintas komoditas di negara kepulauan yang memiliki banyak pintu masuk dan keluar.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta menerbitkan 80.777 sertifikat layanan impor, ekspor, domestik masuk, dan domestik keluar komoditas hewan, ikan, serta tumbuhan.

Pada periode yang sama, Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten melakukan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, dan 325 pengujian keamanan mutu pangan serta pakan.

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia Shahandra Hanitiyo mengatakan, "Karantina merupakan elemen krusial dalam sistem biosekuriti nasional yang tidak dapat dipisahkan dari upaya melindungi sumber daya hayati Indonesia. Dukungan terhadap penguatan layanan dan infrastruktur karantina menjadi investasi penting untuk menjaga ketahanan hayati nasional sekaligus mendukung kelancaran perdagangan yang aman dan berdaya saing," tutupnya.

Penulis :
Gerry Eka