
Pantau - Program BRI Peduli melalui pelatihan dan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) membantu purna pekerja migran Indonesia, Rosyidah, mengembangkan usaha olahan hasil laut bermerek C’milzea di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Rosyidah memulai usaha tersebut setelah kembali dari Malaysia dengan memanfaatkan potensi hasil laut di daerahnya sekaligus membuka peluang kerja bagi ibu-ibu nelayan setempat.
Pelatihan Perkuat Kemampuan Berwirausaha
Rosyidah mengatakan, "Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar," ujarnya.
Ia mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan BRI untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha dan memperluas jejaring usaha.
Rosyidah mengatakan, "Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Selain itu, saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, "Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan," katanya.
KUR BRI Dorong Peningkatan Usaha
Rosyidah memanfaatkan fasilitas KUR BRI sebagai tambahan modal untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, dan mendukung kebutuhan operasional usahanya.
Rosyidah mengatakan, "Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat," ungkapnya.
Setelah memperoleh pelatihan dan dukungan permodalan, penjualan produk C’milzea meningkat dari sekitar 50 kemasan menjadi 70 hingga 100 kemasan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan program pemberdayaan bagi purna pekerja migran Indonesia untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Dhanny mengatakan, “Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan yang diberikan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja membangun dan mengembangakan usaha. Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, pelatihan yang diberikan dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan purna pekerja migran, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Gerry Eka





