HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 1,11 Persen ke Level 6.195,42, Ditopang Kenaikan Saham Sektor Energi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Menguat 1,11 Persen ke Level 6.195,42, Ditopang Kenaikan Saham Sektor Energi
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195,42 pada perdagangan Selasa sore, 2 Juni 2026, dengan penguatan terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham sektor energi.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 8,10 poin atau 1,33 persen ke posisi 619,27.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pelaku pasar tengah mencermati berbagai data ekonomi yang dirilis.

"IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi," ungkapnya.

Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Perhatian Pasar

Nico menjelaskan pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang turut memengaruhi pergerakan pasar minyak mentah global.

Laporan menunjukkan Iran menghentikan sementara pembicaraan dengan Amerika Serikat sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan proses negosiasi masih berlangsung.

Pasar juga mencermati perbedaan pernyataan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait konflik di Lebanon.

"Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon," ujar Nico.

Dari dalam negeri, S&P Global melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia naik dari 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026.

Kenaikan PMI menunjukkan sektor domestik masih memberikan dukungan terhadap perekonomian di tengah tekanan global yang memengaruhi ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen.

Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 90 juta dolar AS.

Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 25,30 miliar dolar AS.

Nilai impor Indonesia pada periode yang sama mencapai 25,21 miliar dolar AS.

Pergerakan Sektoral dan Aktivitas Perdagangan

IHSG dibuka di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatan sepanjang sesi pertama perdagangan.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di wilayah positif hingga penutupan pasar.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatat penguatan.

Sektor energi menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,78 persen.

Sektor infrastruktur naik 0,64 persen.

Sektor barang baku menguat 0,58 persen.

Sebanyak enam sektor mengalami pelemahan.

Sektor transportasi dan logistik menjadi sektor yang turun paling dalam dengan koreksi 3,20 persen.

Sektor kesehatan melemah 2,65 persen.

Sektor properti turun 1,13 persen.

Saham-saham yang mencatat kenaikan harga terbesar adalah BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar adalah TRUE, ELPI, APIC, KJEN, dan EPAC.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.572.956 transaksi.

Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 31,25 miliar lembar.

Nilai transaksi perdagangan saham tercatat sebesar Rp25,47 triliun.

Sebanyak 281 saham mengalami kenaikan harga.

Sebanyak 389 saham mengalami penurunan harga.

Sebanyak 147 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei ditutup melemah 330,33 poin atau 0,49 persen ke posisi 66.604,00.

Indeks Shanghai menguat 17,36 poin atau 0,43 persen ke posisi 4.075,10.

Indeks Hang Seng naik 640,14 poin atau 2,52 persen ke level 26.038,32.

Indeks Strait Times menguat 51,13 poin atau 1,01 persen ke posisi 5.088,99.

Penulis :
Shila Glorya