
Pantau - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,85 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk yang digelar pada 2 Juni 2026, dengan total penawaran masuk mencapai Rp26,05 triliun.
Lelang yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan itu menunjukkan minat investor yang tetap tinggi terhadap instrumen pembiayaan syariah pemerintah.
Seri SPNS01032027 Dominasi Serapan Dana
Seri SPNS01032027 yang merupakan penerbitan baru menjadi kontributor terbesar dalam lelang kali ini dengan nilai yang dimenangkan mencapai Rp4 triliun dari total penawaran Rp5,34 triliun.
Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seri tersebut tercatat sebesar 6,68000 persen dengan jatuh tempo pada 1 Maret 2027.
Seri SPNS23112026 yang merupakan pembukaan kembali menyusul dengan nilai yang dimenangkan sebesar Rp2,55 triliun dari penawaran masuk Rp2,71 triliun.
Instrumen tersebut mencatat imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,40000 persen dan akan jatuh tempo pada 23 November 2026.
Sementara itu, seri SPNS13072026 diserap sebesar Rp1 triliun dari penawaran Rp2,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,20000 persen dan jatuh tempo pada 13 Juli 2026.
Seri PBS Juga Catat Minat Tinggi
Pada kelompok seri PBS, pemerintah menyerap Rp500 miliar dari seri PBS034 yang memperoleh penawaran Rp2,57 triliun.
Seri tersebut mencatat imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,84870 persen dengan jatuh tempo pada 15 Juni 2039.
Seri PBS030 dimenangkan sebesar Rp300 miliar dari penawaran masuk Rp5,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,68857 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2028.
Adapun seri PBS040 dan PBS038 masing-masing diserap sebesar Rp200 miliar.
PBS040 menerima penawaran Rp2,29 triliun dengan imbal hasil 6,69714 persen dan jatuh tempo pada 15 November 2030.
PBS038 mencatat penawaran Rp3,41 triliun dengan imbal hasil 6,90830 persen serta jatuh tempo pada 15 Desember 2049.
Seri terakhir, PBS005, diserap sebesar Rp100 miliar dari penawaran Rp2,48 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,79546 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2043.
Instrumen Syariah Jadi Andalan Pembiayaan
Lelang SBSN menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui mekanisme yang sesuai prinsip syariah.
Tingginya nilai penawaran yang mencapai hampir tiga kali lipat dari dana yang diserap menunjukkan kepercayaan investor terhadap sukuk negara di tengah dinamika pasar keuangan dan ekonomi global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





