HOME  ⁄  Ekonomi

Kelas Menengah Menyusut, Pemulihan Daya Beli Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kelas Menengah Menyusut, Pemulihan Daya Beli Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Foto: (Sumber : Belanja Kelas Menengah Sejumlah warga memilih pakaian kerajinan kreatif di Jakarta, Rabu (14/12).(FOTO ANTARA/M Agung Rajasa).)

Pantau - Penyusutan jumlah masyarakat kelas menengah dinilai menjadi tantangan serius bagi perekonomian Indonesia karena kelompok ini merupakan motor utama konsumsi domestik yang selama ini menopang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Dalam telaah ekonomi yang ditulis Aries Heru Prasetyo, pelemahan daya beli masyarakat disebut lebih mendesak untuk ditangani dibanding fluktuasi nilai tukar rupiah karena konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika masyarakat mengurangi belanja, dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha, investor, hingga pemerintah melalui melambatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Jumlah Kelas Menengah Terus Menurun

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk kelas menengah Indonesia mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Pada 2019, jumlah kelas menengah tercatat sekitar 57,33 juta orang atau 21,45 persen dari total penduduk Indonesia.

Namun pada 2024, jumlah tersebut turun menjadi 47,85 juta orang atau hanya 17,13 persen dari total populasi nasional.

Artinya, sekitar 9,48 juta penduduk keluar dari kelompok kelas menengah dalam kurun waktu lima tahun.

Sebagian besar masyarakat yang keluar dari kelompok tersebut bergeser ke kategori menuju kelas menengah, yakni kelompok yang belum miskin tetapi masih rentan terhadap tekanan ekonomi.

Jumlah kelompok menuju kelas menengah kini mencapai sekitar 137,5 juta orang atau hampir separuh penduduk Indonesia.

Fenomena itu menunjukkan semakin banyak rumah tangga berada dalam posisi rentan dan berisiko mengalami penurunan kesejahteraan ketika menghadapi guncangan ekonomi.

Daya Beli Jadi Faktor Penentu

Kelas menengah memiliki peran strategis karena menjadi penggerak utama konsumsi di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, hingga rekreasi.

Ketika kelompok ini mulai menahan pengeluaran, perlambatan ekonomi dapat menyebar secara luas ke berbagai sektor usaha.

Penyusutan jumlah kelas menengah juga menjadi sinyal bahwa mobilitas ekonomi masyarakat perlu diperkuat agar kesejahteraan yang telah dicapai tidak kembali menurun.

Karena itu, upaya menjaga dan memulihkan daya beli masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan mesin pertumbuhan ekonomi nasional tetap berjalan dan tidak kehilangan tenaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Konsumsi Domestik Tetap Jadi Andalan

Struktur ekonomi Indonesia yang masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga membuat ketahanan kelas menengah menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Kemampuan masyarakat untuk berbelanja, berinvestasi, dan mengonsumsi barang maupun jasa akan menentukan kekuatan permintaan domestik yang selama ini menjadi penyangga utama ekonomi nasional.

Oleh sebab itu, pemulihan ekonomi kelas menengah dinilai perlu menjadi prioritas agar konsumsi tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf