HOME  ⁄  Ekonomi

Teknologi AI Buatan Anak Bangsa untuk Hulu Migas Dapat Dukungan Kementerian ESDM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Teknologi AI Buatan Anak Bangsa untuk Hulu Migas Dapat Dukungan Kementerian ESDM
Foto: (Sumber : Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra (dua dari kanan) mengunjungi Kantor AssistX di Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Tim Media Tenaga Ahli Menteri ESDM..)

Pantau - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra mendukung penerapan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) buatan anak bangsa bernama AssistX untuk mempercepat digitalisasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Hangga mengatakan AssistX merupakan inovasi lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 91 persen yang dinilai mampu memberikan efisiensi operasional dibandingkan teknologi sejenis dari luar negeri.

“Melalui analisis biaya dan manfaat, solusi lokal ini menawarkan harga operasional yang lebih murah dibandingkan produk luar negeri,” ungkapnya saat mengunjungi Kantor AssistX di Jakarta, Kamis (4/6).

Dukung Ketahanan Energi Nasional

Hangga menjelaskan penerapan AI menjadi penting di tengah tantangan sektor hulu migas nasional yang masih menghadapi kesenjangan antara produksi dan konsumsi minyak bumi.

Produksi minyak Indonesia saat ini berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari sehingga masih membutuhkan impor sekitar 1 juta barel per hari.

Di sisi lain, produksi gas nasional mencapai 6.500 MMSCFD dengan konsumsi domestik sekitar 4.500 MMSCFD, meski kebutuhan LPG masih bergantung pada impor hingga 80 persen.

Menurut Hangga, penggunaan sistem pengawasan berbasis AI dapat mendukung target ketahanan energi dan hilirisasi yang menjadi bagian dari Astacita pemerintah.

Mampu Awasi Keselamatan dan Operasi Lapangan

Teknologi AssistX telah diterapkan di Pertamina EP Donggi Matindok Field untuk mendukung pengawasan lapangan secara cepat dan terpusat.

Sistem ini memiliki kemampuan mengompresi data dokumen, rekaman CCTV, dan penggunaan bandwidth hingga 90 persen tanpa mengurangi kualitas visual.

Selain menjaga kedaulatan data melalui penggunaan server lokal, teknologi tersebut juga dapat diintegrasikan dengan kamera CCTV yang sudah ada tanpa perlu mengganti perangkat keras.

Dari sisi keselamatan kerja, sistem mampu mendeteksi pelanggaran penggunaan alat pelindung diri seperti helm dan sarung tangan, memantau penyusupan, melacak kendaraan operasional, hingga mencatat aktivitas kapal tanker di dermaga.

Teknologi tersebut juga terhubung dengan sensor internet of things (IoT) untuk mendeteksi ancaman kebakaran dan kebocoran gas secara dini sehingga risiko insiden di lapangan dapat diminimalkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf