
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memperkenalkan sejumlah proyek investasi strategis di Bali kepada enam duta besar negara sahabat dalam ajang Bali Jagadhita 2026, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur yang menjadi salah satu proyek unggulan yang dipromosikan.
Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani mengatakan Bali Jagadhita 2026 mengusung empat pilar utama, yakni perdagangan, pariwisata, investasi, dan perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Enam duta besar yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari Armenia, Oman, Pakistan, Bulgaria, Rumania, dan Bahrain.
Melalui kegiatan itu, BI Bali mengajak para duta besar untuk mengenal berbagai fasilitas kesehatan yang telah tersedia di Bali serta layanan kesehatan baru yang akan segera beroperasi.
Selain promosi sektor kesehatan, BI Bali juga mempertemukan pelaksana dan pemilik 21 proyek investasi di Bali dan Nusa Tenggara dengan enam duta besar serta 35 investor potensial.
Promosi investasi menjadi salah satu agenda utama dalam Bali Jagadhita 2026 selain penguatan perdagangan dan pengembangan UMKM berorientasi ekspor.
Menurut Achris Sarwani, forum tersebut dirancang untuk memperluas peluang kerja sama investasi sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi Bali dan Nusa Tenggara kepada mitra internasional.
Melalui pertemuan bisnis yang digelar, para investor berkesempatan memperoleh informasi langsung mengenai berbagai proyek yang ditawarkan di kawasan tersebut.
KEK Kesehatan Sanur menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian karena mendukung pengembangan sektor kesehatan dan pariwisata medis di Bali.
Selama pelaksanaan Bali Jagadhita pada 5–7 Juni 2026, BI Bali mencatat transaksi langsung di 60 stan UMKM mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Potensi nilai bisnis produk UMKM dari Bali dan Nusa Tenggara diperkirakan mencapai Rp23 miliar.
Pada sektor pariwisata, BI Bali juga mendukung penyelenggaraan Bali Beyond and Travel Fair (BBTF) yang berlangsung pada akhir Mei 2026.
Dari ajang tersebut tercatat potensi transaksi mencapai sekitar Rp6,9 triliun.
Kegiatan BBTF melibatkan 407 pembeli dari 44 negara, pelaku pariwisata dari 12 provinsi di Indonesia, serta diikuti 208 penjual.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi konsistensi BI Bali dalam menginisiasi dan menyelenggarakan berbagai ajang promosi ekonomi tersebut.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Bali terbuka terhadap investasi yang masuk selama tetap menghormati budaya lokal dan prinsip keberlanjutan.
“Kami terbuka dengan investasi. Ketentuannya semua investasi memperhatikan penghormatan budaya Bali dan menopang keberlanjutan,” ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





