HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Meluncurkan Space by KAI untuk Membuka Peluang Kemitraan Bisnis Melalui Platform Digital Terintegrasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KAI Meluncurkan Space by KAI untuk Membuka Peluang Kemitraan Bisnis Melalui Platform Digital Terintegrasi
Foto: KAI Luncurkan Space by KAI, Platform Resmi untuk Membuka Peluang Bisnis di Aset Strategis KAI

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan Space by KAI, platform digital yang dirancang untuk memberikan akses informasi mengenai aset-aset strategis perusahaan sekaligus membuka peluang kemitraan bagi pelaku usaha, investor, dan calon mitra bisnis dalam acara di Hotel Raffles Jakarta pada 10 Juni 2026.

Transformasi Pengelolaan Aset dan Peluang Kemitraan

Platform tersebut dihadirkan sebagai bagian dari transformasi pengelolaan aset KAI dengan tujuan menyediakan akses informasi yang lebih mudah, terbuka, modern, cepat, dan efisien melalui satu kanal digital yang terintegrasi.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra mengatakan, “Space by KAI kami hadirkan sebagai platform resmi yang menghubungkan aset strategis KAI dengan peluang bisnis secara lebih terbuka, profesional, dan mudah diakses. Kami ingin mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi aset yang tersebar di berbagai wilayah sehingga kolaborasi dapat dimulai melalui proses yang lebih jelas dan terarah.”

KAI mengelola aset yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra dengan total luas tanah sekitar 327,8 juta meter persegi yang terdiri atas 189,6 juta meter persegi di wilayah Daerah Operasi dan 138,2 juta meter persegi di wilayah Divisi Regional.

Selain itu, perusahaan juga mengelola 3.881 bangunan dinas dan 16.463 rumah perusahaan.

Portofolio aset yang ditawarkan mencakup area komersial stasiun, Right of Way (ROW), aset non-ROW, media periklanan, sarana dan fasilitas, serta kawasan wisata dan museum.

Space by KAI menyediakan informasi aset yang mudah dipahami, fitur pencarian praktis, dan jalur komunikasi langsung untuk memudahkan calon mitra memulai proses kerja sama.

Executive Vice President of Sales KAI Zuhril Alim mengungkapkan, “Melalui Space by KAI, pelaku usaha dapat lebih mudah mengidentifikasi aset yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Mulai dari retail, F&B, advertising, activation, pengembangan kawasan, hingga berbagai bentuk kemitraan jangka panjang kini dapat dijajaki melalui satu platform yang terintegrasi.”

Mobilitas Pelanggan Jadi Daya Tarik Ekosistem KAI

Menurut KAI, meningkatnya jumlah penduduk perkotaan menjadikan transportasi publik sebagai ruang interaksi yang bernilai tinggi bagi berbagai aktivitas bisnis dan komersial.

Pengguna transportasi rel menghabiskan sekitar 40 hingga 90 menit per hari dalam perjalanan sehingga menciptakan peluang engagement yang lebih lama dan berulang bagi pelaku usaha.

Peluang kemitraan yang ditawarkan melalui platform tersebut meliputi sektor retail, Food and Beverage (F&B), advertising, activation, naming rights stasiun, pengembangan kawasan berbasis transit, pemanfaatan aset non-ROW, hingga berbagai bentuk kemitraan jangka panjang.

Saat ini KAI telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 99 mitra dari berbagai sektor seperti perbankan, ritel, F&B, teknologi, energi, dan properti.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, “KAI Group melayani lebih dari 128 juta pelanggan hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan besarnya aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap hari di dalam ekosistem perkeretaapian. Mobilitas tersebut menciptakan ruang interaksi yang sangat besar bagi berbagai aktivitas bisnis dan kolaborasi.”

Selama Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan atau meningkat sekitar 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan rata-rata lebih dari 1,4 juta pelanggan per hari.

Rincian pelanggan pada triwulan I 2026 meliputi 101.382.889 pengguna Commuter Line, 14.515.350 pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal, 7.754.946 pelanggan LRT Jabodebek, 1.755.275 pelanggan KAI Bandara, 1.084.242 pelanggan LRT Sumsel, 1.408.815 pelanggan Whoosh, 75.421 pelanggan KA Makassar–Parepare, dan 78.134 pelanggan KAI Wisata.

KAI juga mengelola lebih dari 330 stasiun di Pulau Jawa dan Sumatra yang berada di kawasan pusat ekonomi, pendidikan, bisnis, permukiman, dan destinasi wisata.

Ke depan, Space by KAI akan terus dikembangkan dengan fitur seperti e-catalogue aset potensial, geolocation, pembaruan status komersial, dashboard mitra B2B, bidding aset, serta simulasi bisnis dan kemitraan.

Penulis :
Leon Weldrick