HOME  ⁄  Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.989 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik Global dan Kenaikan Yield Obligasi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.989 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik Global dan Kenaikan Yield Obligasi
Foto: Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis 23/4/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.989 per dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi sebelumnya Rp17.944 per dolar AS di tengah meningkatnya risiko geopolitik global dan menurunnya minat investor terhadap obligasi pemerintah.

Konflik AS, Israel, dan Iran Tekan Pergerakan Rupiah

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, zionis Israel, dan Iran.

“Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi dari faktor global risiko geopolitik meningkatnya eskalasi konflik AS Israel dan Iran terbaru,” ungkap Rully Nova.

Berdasarkan laporan Anadolu, wilayah selatan Iran menjadi sasaran rangkaian serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat.

Dentuman dan serangan udara dilaporkan terjadi di kawasan Kargan, Kota Minab.

Ledakan juga terdengar di Bandar Abbas.

Media Iran melaporkan adanya dentuman serta aktifnya sistem pertahanan udara di wilayah Jask, Qeshm, dan Sirik di Provinsi Hormozgan.

Perkembangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan tambahan yang disebut sebagai tindakan membela diri terhadap sejumlah sasaran di Iran berdasarkan instruksi langsung Presiden AS Donald Trump.

CENTCOM menyebut langkah tersebut merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi yang terus berlanjut dari Iran.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa 18 aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem, Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber, dan Pangkalan Udara Sheikh Isa.

Minat terhadap Obligasi Menurun dan Yield Meningkat

Selain dipengaruhi faktor geopolitik, pelemahan rupiah juga didorong oleh menurunnya minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah sehingga investor menuntut tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.

“Yield tenor 10 tahun naik 10 bps (basis points) ke 7,45 persen, 8 tahun naik 17 bps menjadi 7,46 persen, dan tenor 5 tahun naik 2 bps menjadi 7,47 persen,” jelas Rully Nova.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga tercatat melemah ke level Rp17.981 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.971 per dolar AS.

Penulis :
Shila Glorya