
Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) merilis sistem Enterprise Resource Planning (ERP) guna meningkatkan akses pembiayaan formal bagi peternak sapi perah melalui digitalisasi data usaha dan integrasi dengan layanan keuangan.
Digitalisasi Data Permudah Akses Pembiayaan
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso menjelaskan peternak selama ini menghadapi hambatan memperoleh kredit karena keterbatasan data usaha yang valid dan terdokumentasi.
Ia mengungkapkan, “Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif.”
Sistem ERP memungkinkan data produksi, keuangan, dan operasional koperasi terdokumentasi secara sistematis dan real time sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kapasitas produksi serta kondisi usaha peternak.
Implementasi Dimulai di Tiga Koperasi Jawa Timur
OJK dan ILO mengembangkan program digitalisasi ekosistem sapi perah melalui penguatan ekosistem usaha berkelanjutan dan pembangunan infrastruktur digital yang andal.
Sistem ERP tersebut telah diterapkan di Koperasi Agro Niaga Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis di Jawa Timur yang memiliki total sekitar 10.000 anggota koperasi.
Selain itu, sistem diintegrasikan dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan untuk menjembatani peternak dengan ekosistem pembiayaan formal.
Pengembangan ERP menjadi bagian dari kolaborasi OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity bersama ILO dalam program PROMISE 2 IMPACT dan diharapkan dapat direplikasi pada sektor serta daerah lain di Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





