
Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya penguatan diplomasi ekonomi sebagai strategi untuk meningkatkan investasi dan perdagangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global dalam agenda Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta yang menghadirkan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai narasumber utama.
Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut diplomasi ekonomi merupakan instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Menurut Anindya, keterlibatan dunia usaha dalam agenda diplomasi ekonomi pemerintah semakin terbuka di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Anindya mengungkapkan, "Ini adalah bentuk terbaik dari diplomasi ekonomi. Tidak banyak kesempatan ketika pemerintah dan dunia usaha dapat berjalan bersama dalam mendorong kepentingan ekonomi nasional. Kadin sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah yang melibatkan sektor swasta dalam berbagai agenda diplomasi ekonomi internasional."
Kadin Soroti Kolaborasi Bisnis dengan Prancis
Sebagai contoh implementasi diplomasi ekonomi, Anindya menyoroti kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang turut melibatkan Kadin Indonesia dalam agenda business-to-business (B2B).
Dalam kunjungan tersebut, Kadin bersama mitra di Prancis membentuk France-Indonesia High Level Business Council sebagai wadah kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha kedua negara.
Menurut Anindya, forum tersebut berhasil mempertemukan perusahaan-perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS.
Dari pertemuan tersebut tercapai kesepakatan bisnis baru senilai 3,5 miliar dolar AS.
Nilai tersebut melengkapi komitmen investasi sebesar 11 miliar dolar AS yang telah dicapai sebelumnya saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.
Program Ekspor dan Dukungan Pemerintah Terus Diperkuat
Kadin juga terus mengembangkan program We Buy From Indonesia untuk memperkenalkan produk nasional yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global.
Selain itu, organisasi tersebut menjalankan Kadin Export Academy guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha nasional dalam menembus pasar ekspor.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa diplomasi ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sugiono menyatakan, "Kami ingin bekerja sama dengan semua pihak di bidang ekonomi berdasarkan prinsip saling menghargai dan saling menghormati untuk mencapai manfaat bersama yang dapat digunakan bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat."
Menurut Sugiono, pemerintah terus mendorong kerja sama ekonomi internasional berdasarkan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menilai tingginya minat perusahaan-perusahaan dari berbagai negara untuk berinvestasi dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia mencerminkan tingginya kepercayaan internasional terhadap prospek ekonomi nasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick





