
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan platform dompet digital DANA menggelar aksi pembersihan sampah di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan ekosistem laut dan mendorong pengembangan ekonomi biru di Indonesia.
KKP Tekankan Pentingnya Menjaga Ekosistem Laut
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara M menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri kegiatan Beach Clean Up dalam rangkaian Road to Ocean Impact Summit 2026.
“Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Di sana terdapat sumber daya yang mendukung kehidupan manusia, mulai dari oksigen, sumber pangan, hingga kekayaan biodiversitas yang tidak dimiliki banyak negara lain,” ungkap Koswara.
Ia menjelaskan KKP saat ini menjalankan lima kebijakan ekonomi biru yang berfokus pada perluasan kawasan konservasi, perlindungan pulau-pulau kecil, pengendalian sampah laut, pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan, serta pengembangan perikanan budidaya.
Koswara juga menyoroti ancaman sampah plastik terhadap ekosistem laut dan menegaskan pentingnya pencegahan sejak dari daratan.
“Penelitian menunjukkan mikroplastik sudah ditemukan pada ikan. Karena itu, strategi terbaik adalah mencegah sampah masuk ke laut sejak dari daratan,” katanya.
Kolaborasi Didorong untuk Kurangi Sampah Laut
KKP bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk di kawasan pesisir dan aliran sungai yang menjadi jalur utama masuknya sampah ke laut.
Model pengelolaan berbasis kolaborasi yang mampu menekan residu sampah hingga 25 persen menuju tempat pembuangan akhir dinilai berpotensi diterapkan di berbagai daerah.
Direktur Komunikasi DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan persoalan sampah laut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
"Bali dipilih karena menjadi simbol keseimbangan antara manusia dan alam yang selama ini dijaga melalui nilai-nilai luhur masyarakatnya. Namun, di saat yang sama, tantangan lingkungan seperti sampah juga semakin nyata dan membutuhkan aksi bersama," ujarnya.
Olavina menambahkan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan dan DANA meyakini teknologi serta inovasi digital dapat mempercepat pembangunan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





