
Pantau - PT Pertamina (Persero) bersama Boeing Indonesia menjalin sinergi dalam pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan secara berkelanjutan melalui penandatanganan nota kesepahaman pada Indonesia Aero Summit 2026 di Jakarta.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan Boeing menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan SAF sebagai fondasi transformasi industri penerbangan dan penguatan ketahanan energi nasional.
Ia mengungkapkan, “Kemitraan ini adalah tentang memajukan ekonomi sirkular, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendukung dekarbonisasi penerbangan global.”
Pengembangan SAF Perkuat Industri Penerbangan
Simon menjelaskan bahwa SAF kini berkembang bukan hanya sebagai solusi untuk menurunkan emisi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan bahan bakar penerbangan.
Menurut Simon, perubahan geopolitik global dan gangguan rantai pasok energi menunjukkan pentingnya membangun sumber bahan bakar alternatif agar industri penerbangan memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan internasional.
Pertamina menilai Boeing memiliki pengalaman panjang sebagai pelopor pengembangan SAF setelah melakukan penerbangan demonstrasi komersial menggunakan bahan bakar campuran nabati pada 2008 bersama Virgin Atlantic dan GE Aviation.
Menurut Simon, keberhasilan demonstrasi tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri SAF global karena mendorong inovasi, investasi, dan pengembangan industri sekaligus mempercepat adopsi bahan bakar penerbangan berkelanjutan di berbagai negara.
Pertamina meyakini kolaborasi dengan Boeing akan mempercepat pengembangan teknologi, proses sertifikasi SAF, serta mendukung integrasi rantai pasok untuk memperkuat industri penerbangan nasional agar lebih berkelanjutan dan kompetitif.
Pertamina juga optimistis kemitraan tersebut membuka peluang membangun jaringan SAF regional di Asia dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Boeing dan infrastruktur energi strategis milik Pertamina.
Pertamina berharap kerja sama jangka panjang tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi industri, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendukung target dekarbonisasi penerbangan global secara berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Boeing Perkuat Komitmen di Indonesia
Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, mengatakan Boeing telah bermitra dengan Indonesia selama 77 tahun dalam penguatan sektor penerbangan, pertahanan, keberlanjutan, keselamatan, rantai pasok, dan pengembangan talenta penerbangan.
Ia mengatakan, “Kemitraan dengan Pertamina ini merupakan perpanjangan dari komitmen kami. Kami berupaya memajukan masa depan penerbangan berkelanjutan Indonesia dan memperkuat ekosistem SAF di negara ini.”
Indra menjelaskan bahwa kolaborasi Pertamina dan Boeing akan mengidentifikasi bahan baku SAF, mendukung pengembangan kebijakan terkait SAF, serta menjajaki peluang pasar yang dapat membantu membangun rantai nilai penerbangan yang lebih kuat dan tangguh.
Ia mengatakan, “Kami menantikan keberlanjutan kemitraan ini dengan Pertamina dan seluruh ekosistem, serta terus mendukung ekosistem SAF Indonesia untuk menjadi kenyataan.”
Ia menegaskan, “Di Boeing, kami tetap berkomitmen kepada Indonesia, tidak hanya sebagai pasar tetapi sebagai mitra. Mitra dalam membangun kapabilitas, memperkuat ekosistem, dan berinvestasi pada sumber daya manusia.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





