HOME  ⁄  Ekonomi

Menperin Optimistis Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Bioenergi Berbasis Sawit

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menperin Optimistis Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Bioenergi Berbasis Sawit
Foto: (Sumber :FMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) bersama Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov (kanan) usai melakukan pertemuan bilateral di Ekaterinburg, Rusia, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan).)

Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit melalui inovasi, hilirisasi, serta penguatan kerja sama internasional dengan Rusia dan negara-negara kawasan Eurasia.

Perkuat Kerja Sama dan Hilirisasi Industri Sawit

Agus menyampaikan keyakinan tersebut seiring partisipasi Indonesia dalam forum Palm Oil and the Future of Sustainable Energy pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, yang menjadi wadah memperluas akses pasar industri nasional.

“Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan," ungkapnya.

Kementerian Perindustrian menilai forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemitraan global di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap energi yang lebih bersih.

Indonesia juga menawarkan pengalaman dan kapasitas industrinya dalam mengembangkan bioenergi berbasis kelapa sawit sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Tawarkan Program Strategis dan Standar Keberlanjutan

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan transformasi industri sawit Indonesia yang kini tidak hanya berorientasi pada ekspor komoditas.

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memperkenalkan sejumlah program strategis, termasuk penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026.

Pemerintah juga memaparkan program peremajaan kebun rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi industri biodiesel, serta penguatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) agar produksi kelapa sawit nasional memenuhi standar keberlanjutan global dan semakin kompetitif di pasar internasional.

Penulis :
Aditya Yohan