HOME  ⁄  Ekonomi

Khofifah Sebut Jawa Timur Pimpin Nilai Transaksi Nasional Koperasi Desa Merah Putih

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Khofifah Sebut Jawa Timur Pimpin Nilai Transaksi Nasional Koperasi Desa Merah Putih
Foto: (Sumber :Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersyukur Jatim memimpin nilai transaksi nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan capaian Rp17,45 miliar. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim..)

Pantau - Jawa Timur mencatat nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebesar Rp17,45 miliar hingga 7 Juli 2026 dan menjadi provinsi dengan transaksi tertinggi secara nasional berdasarkan data simkopdes.go.id.

Jawa Timur Kuasai Lebih dari Separuh Transaksi Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di tingkat desa mulai berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan, “Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.”

Berdasarkan data hingga 7 Juli 2026, nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur mencapai Rp17,45 miliar atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang sebesar Rp30,06 miliar.

Khofifah menilai capaian tersebut mencerminkan koperasi tidak hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi juga mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengurus koperasi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi desa.

Koperasi Didorong Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Sebelumnya, Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum bagi 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga memiliki fondasi kelembagaan untuk mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah.

Khofifah menegaskan, “Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa.”

Ia menambahkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih perlu membangun kolaborasi dengan UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.

Khofifah juga mengatakan, "Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing."

Penulis :
Aditya Yohan