HOME  ⁄  Ekonomi

Inflasi AS Melandai, Praktisi Nilai Sentimen Positif bagi Pergerakan Aset Kripto

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inflasi AS Melandai, Praktisi Nilai Sentimen Positif bagi Pergerakan Aset Kripto
Foto: (Sumber :CEO Indodax, William Sutanto memberikan pemaparan dalam sebuah diskusi aset kripto di Jakarta. ANTARA/HO-Indodax.)

Pantau - Penurunan inflasi Amerika Serikat menjadi 3,5 persen secara tahunan pada Juni 2026 dari 4,2 persen pada Mei dinilai memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan global, termasuk aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

Seiring rilis data tersebut, harga Bitcoin bergerak di kisaran 64.600 dolar AS, sedangkan Ethereum berada di sekitar 1.900 dolar AS pada perdagangan Kamis (16/7).

Data Inflasi Jadi Perhatian Pelaku Pasar

CEO Indodax William Sutanto mengatakan pelaku pasar menjadikan data inflasi sebagai salah satu indikator ekonomi yang memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter dan dinamika pasar keuangan global.

"Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi,” ujar William.

Menurutnya, respons pasar terhadap data inflasi merupakan hal yang wajar karena berbagai kelas aset, termasuk kripto, turut dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi kebijakan moneter.

Ethereum Jadi Sorotan Jelang ETH Genesis Day

William menyebut perhatian investor terhadap Ethereum juga meningkat menjelang peringatan ETH Genesis Day yang diperingati setiap 30 Juli.

“Saat ini Ethereum memasuki periode yang secara historis meningkatkan perhatian komunitas global terhadap perkembangan ekosistemnya," ungkap William.

Ia menjelaskan momen tersebut menjadi pengingat atas perjalanan Ethereum sejak diluncurkan pada 2015 sekaligus perkembangan ekosistem blockchain yang mencakup smart contract, Decentralized Finance (DeFi), hingga tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA).

William mengingatkan bahwa pergerakan aset kripto tetap dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik.

"Oleh karena itu, investor tetap perlu mengambil keputusan investasi secara bijak dan tidak hanya berlandaskan sentimen jangka pendek," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf