HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Gandeng Indosat dan Adobe Perkuat Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenekraf Gandeng Indosat dan Adobe Perkuat Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya Indonesia
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri), berbincang dengan Head of Corporate Communications PT Indosat Tbk, Ovidia Nomia (kanan), saat menerima audiensi PT Indosat Tbk di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (21/07/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal berbasis budaya Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe untuk mendorong monetisasi karya kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dari talenta muda kreatif, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek monetisasi dan pemahaman industri terhadap nilai ekonomi karya kreatif.

Ia mengatakan, "Talenta muda kreatif adalah aset terbesar kita. Namun, pada saat yang bersamaan, ada gap dalam hal monetisasi karena banyak di industri kita yang belum paham bagaimana menghargai ekonomi kreatif. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk menghasilkan setidaknya satu atau dua champion yang berhasil.”

Kolaborasi Dorong Kreator dan Monetisasi Karya

Melalui kolaborasi tersebut, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe menyiapkan program yang menghubungkan kreator dengan akses teknologi, pelatihan, jejaring profesional, serta peluang kolaborasi.

Program tersebut juga menghadirkan komunitas kreator sebagai ruang berbagi pengalaman, berkolaborasi, dan membuka peluang ekonomi dari karya yang dihasilkan.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah Museum Tour di Museum Nasional yang akan diikuti sekitar 100 kreator terpilih, termasuk kreator IP lokal, untuk mengeksplorasi budaya Indonesia dan mengembangkan ide melalui creative challenge.

Irene menegaskan budaya menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Ia mengatakan, "Kebudayaan adalah source material dari ekonomi kreatif. Tanpa kebudayaan, tidak akan ada kreasi-kreasi baru. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan warisan budaya tersebut relevan dan diterima oleh generasi masa kini."

Perluas Akses Teknologi dan Pasar Global

Program kolaborasi ini juga diarahkan agar kreator memahami strategi membangun intellectual property yang bernilai ekonomi, memiliki daya saing internasional, serta mampu menjangkau pasar global melalui pemanfaatan teknologi digital.

Senior Vice President Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Ovidia Nomia mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses teknologi bagi pelaku industri kreatif.

Ia mengatakan, "Kreativitas adalah salah satu kekuatan terbesar Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan para kreator memiliki akses terhadap teknologi dan ekosistem yang memungkinkan mereka mengembangkan karya, menciptakan nilai ekonomi, serta menjangkau pasar global."

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) milik Kemenekraf dengan GENSi (Generasi Terkoneksi) yang diinisiasi Indosat untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital, memperluas akses teknologi kreatif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif di tingkat global.

Penulis :
Ahmad Yusuf