
Pantau - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meminta seluruh jajaran ATR/BPN mengutamakan kemudahan, kepastian, dan kepuasan masyarakat sebagai fondasi transformasi layanan pertanahan.
Nusron Tekankan Budaya Pelayanan Berorientasi Masyarakat
Nusron mengatakan seluruh pegawai ATR/BPN tidak boleh mempersulit maupun memperlambat pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Kita puaskan dan permudah layanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada niat sedikit pun untuk mempersulit ataupun memperlambat masyarakat."
Menurut Nusron, transformasi layanan pertanahan tidak hanya dilakukan melalui penyempurnaan sistem dan tata kelola, tetapi juga perubahan budaya kerja di seluruh jajaran.
Ia menilai pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi kepada masyarakat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian ATR/BPN.
Pelayanan Harus Berbasis Sistem dan Terukur
Nusron menegaskan pelayanan publik di bidang pertanahan harus berjalan secara terukur, sistematis, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Ia mengatakan, "Pemohon harus tahu prosesnya sudah sampai di mana, kapan selesai, serta apa yang harus dilakukan. Saya tidak ingin pelayanan berbasis perhatian, tetapi pelayanan berbasis sistem."
Menurutnya, pelayanan yang prosesnya terukur akan memberikan kepastian bagi masyarakat terhadap setiap permohonan layanan yang diajukan.
Nusron juga mendorong seluruh pegawai ATR/BPN mengedepankan integritas, profesionalisme, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam memberikan pelayanan pertanahan.
Dalam kesempatan tersebut, Nusron turut menerima laporan kinerja jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Nugraha.
- Penulis :
- Aditya Yohan





