
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Integrated Shrimp Farming (ISF) Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja dan menghasilkan 52.000 ton udang per tahun.
Menurut Zulkifli Hasan, proyek tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Produksi Diperkirakan Bernilai Rp4 Triliun
Zulkifli Hasan mengatakan kawasan budi daya udang terintegrasi itu diperkirakan menghasilkan nilai produksi sekitar Rp4 triliun setiap tahun.
Kawasan ISF Waingapu dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.150 hektare dengan dukungan investasi pemerintah sebesar Rp7,2 triliun.
Pengembangan proyek dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, meliputi klaster budi daya, instalasi pengolahan air limbah, tandon, kawasan penghijauan, serta industri pendukung yang turut melibatkan investasi swasta.
Zulkifli Hasan mengungkapkan, "Pengembangan kawasan budi daya udang terintegrasi tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia."
Ia juga mengatakan, "Manfaat proyek ini tidak hanya diukur dari peningkatan produksi udang nasional, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja."
Target Beroperasi pada 2028
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut kebutuhan sekitar 7.000 pekerja mencakup berbagai sektor, mulai dari penyediaan pakan dan benih, kegiatan budi daya, hingga pengolahan hasil perikanan.
Pemerintah saat ini mempercepat pembangunan klaster tambak, jalan kawasan, jalan klaster, saluran irigasi, serta fasilitas pendukung sebelum produksi dimulai.
Proses perekrutan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal juga telah berjalan dan para calon pekerja akan mengikuti pelatihan untuk mendukung operasional kawasan.
Zulkifli Hasan mengungkapkan, "Pemerintah menargetkan PSN ISF Waingapu mulai beroperasi pada 2028 sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



