HOME  ⁄  Ekonomi

GMR Airports Buka Peluang Perluas Investasi Pengelolaan Bandara di Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

GMR Airports Buka Peluang Perluas Investasi Pengelolaan Bandara di Indonesia
Foto: (Sumber :Business Chairman International Airports & Energy GMR Srinivas Bommidala dalam satu sesi wawancara dengan ANTARA di Visakhapatnam, India, Senin (3/8/2026) ANTARA/Bayu Saputra.)

Pantau - GMR Airports Limited membuka peluang memperluas investasi di Indonesia dengan menyatakan kesiapan mengikuti pengelolaan bandara lain apabila pemerintah membuka kesempatan bagi pihak swasta melalui skema privatisasi.

GMR Siap Ikut Pengembangan Bandara di Indonesia

Business Chairman International Airports & Energy GMR Group Srinivas Bommidala menyampaikan perusahaannya berminat menambah investasi di Indonesia karena menilai pasar nasional memiliki peran strategis bagi pengembangan bisnis penerbangan.

Ia mengatakan, “Jika pemerintah membuka kesempatan bagi swasta, kami sangat tertarik untuk ikut dalam proses penawaran. Semuanya bergantung pada pemerintah Indonesia. Jika pemerintah terbuka untuk privatisasi (bandara), kami siap berpartisipasi.”

Bommidala menegaskan GMR siap mengikuti peluang investasi tersebut kapan pun pemerintah Indonesia membuka kesempatan.

Ia mengungkapkan, "Kita tahu, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting, karena itu kami berminat untuk meningkatkan investasi di Indonesia."

Saat ini GMR telah berinvestasi di Indonesia melalui kemitraan dengan PT Angkasa Pura II dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Medan, melalui perusahaan patungan PT Angkasa Pura Aviasi dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dalam kerja sama tersebut, GMR Airports menguasai 49 persen saham, sedangkan PT Angkasa Pura II memiliki 51 persen saham.

Kualanamu Diproyeksikan Jadi Hub Penerbangan Internasional

Kemitraan itu diarahkan untuk menjadikan Bandara Kualanamu sebagai salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas dengan Asia Selatan.

Terminal penumpang Bandara Kualanamu saat ini memiliki kapasitas sekitar 8 juta hingga 9 juta penumpang per tahun.

Pengembangan bandara dilakukan secara bertahap dalam empat fase dengan target kapasitas mencapai 65 juta penumpang per tahun pada 2047.

Bommidala menilai Indonesia merupakan pasar strategis untuk memperkuat konektivitas India dengan Asia Tenggara sekaligus membuka akses penerbangan langsung menuju berbagai destinasi internasional.

Ia mengatakan, “Dengan operasi dan kemitraan yang mencakup India, Indonesia, Filipina, dan Yunani, kami membangun platform penerbangan internasional terpadu yang menghubungkan perekonomian, mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.”

Penulis :
Ahmad Yusuf