
Pantau - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menawarkan Kota Makassar sebagai hub investasi di kawasan Indonesia Timur dalam Business Investment Forum yang menjadi rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) ke-XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026 di Makassar.
Makassar Andalkan Posisi Strategis dan Smart City
Munafri Arifuddin menyampaikan Makassar memiliki keunggulan sebagai kota yang strategis, memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, serta ramah terhadap investasi melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis Smart City.
Ia mengatakan, “Kenapa Makassar? Karena, pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi dengan menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City.”
Forum bertema "Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global" itu dihadiri pengurus Apindo dari seluruh Indonesia, termasuk Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 M Jusuf Kalla.
Munafri bersama sejumlah narasumber memaparkan berbagai potensi investasi yang dimiliki daerah masing-masing kepada para pelaku usaha.
Ia menjelaskan posisi Makassar berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan aktivitas ekonomi Australia, Asia, dan kawasan lainnya.
Ia mengungkapkan, "Posisi tersebut memperkuat Makassar sebagai hub pergerakan barang, jasa, sekaligus tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur."
Investasi Terus Tumbuh dan Didukung Infrastruktur
Munafri menegaskan investasi menjadi sektor penting bagi Makassar karena kota tersebut tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.
Ia menyebut Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, pelayanan yang ramah, serta jaminan bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya.
Ia mengatakan, “Mungkin Makassar satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan, kota yang punya dua alur penghubung ekonomi, yaitu Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional, yang mampu menghubungkan proses barang dan jasa langsung ke tujuan ekspor dan impor.”
Munafri juga memaparkan realisasi investasi Makassar kembali meningkat pada 2025 setelah mengalami koreksi pada 2024, ditandai dengan kenaikan investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) serta pertumbuhan investasi dalam negeri.
Ia menyebut Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang menjadi lima negara dengan nilai investasi terbesar di Kota Makassar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



