
Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mengupayakan operasional Bus Buy The Service (BTS) Trans Banyumas tetap berlanjut meski subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dihentikan dan kondisi keuangan daerah tengah menghadapi keterbatasan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan layanan Trans Banyumas diperkirakan hanya dapat beroperasi hingga 28 Agustus 2026 apabila belum ada kepastian pendanaan lanjutan.
“Trans Banyumas itu kan subsidinya dari APBN dihentikan. Kondisi keuangan kita memang sedang tidak baik-baik saja, tetapi saya sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar Trans Banyumas jangan sampai berhenti,” ungkap Sadewo.
Pemkab Siapkan Skema Pendanaan
Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD saat ini tengah menyusun berbagai skema pembiayaan agar layanan transportasi publik tersebut tetap berjalan.
“Ini masih saya diskusikan dengan tim anggaran dan DPRD karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” ujarnya.
Sadewo mengungkapkan sebelumnya pemerintah daerah berharap masih memperoleh satu kali penyaluran subsidi dari Kementerian Perhubungan senilai sekitar Rp13 miliar hingga Rp14 miliar, namun hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi.
“Yang penting Trans Banyumas jangan sampai berhenti. Dari mana anggarannya nanti sedang kami siapkan bersama TAPD dan DPRD. Yang utama pelayanan masyarakat harus tetap berlanjut,” katanya.
Optimalkan Pendapatan Non-Tarif
Menurut Sadewo, Trans Banyumas merupakan layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi salah satu layanan BTS terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian Kementerian Perhubungan karena memiliki tingkat keterisian penumpang yang tinggi.
Ia menjelaskan armada Trans Banyumas merupakan investasi pihak swasta, sedangkan pemerintah membayar biaya layanan kepada operator berdasarkan jumlah kilometer perjalanan melalui skema BTS agar tarif tetap terjangkau.
Sebagai langkah mengurangi beban subsidi, Pemkab Banyumas berencana mengoptimalkan pendapatan non-tarif melalui pemanfaatan ruang iklan pada armada bus.
“Salah satu upaya untuk menekan jumlah subsidi adalah dengan pemasangan iklan. Nanti Trans Banyumas bisa di-branding untuk iklan sehingga dapat menjadi tambahan pendapatan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, anggaran operasional Trans Banyumas yang tersisa hanya cukup hingga 28 Agustus 2026 dengan kebutuhan sekitar Rp3,3 miliar per bulan sehingga diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp15 miliar agar layanan dapat beroperasi sampai Desember 2026.
Mulai April 2027, kebutuhan operasional diperkirakan turun sekitar 25 hingga 35 persen karena cicilan pembelian armada bus dijadwalkan telah lunas sehingga biaya investasi tidak lagi menjadi bagian dari komponen operasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



