
Pantau - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menilai pers memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memerangi maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal melalui pemberitaan yang edukatif dan mudah dipahami, dalam Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis (6/8).
Pers Didorong Edukasi Masyarakat soal Pinjol Legal dan Ilegal
Munir mengatakan media memiliki peran penting dalam menjelaskan perbedaan antara pinjaman daring (pindar) legal dan pinjol ilegal kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Nah di sinilah peran pers menjadi strategis. Pers menjadikan kegiatan ini sebagai pengetahuan yang bermanfaat untuk memastikan tulisan-tulisan kita, karya-karya kita bisa mengedukasi masyarakat. Bahasa-bahasa fintech yang rata-rata agak tinggi menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat umum."
Menurut Munir, industri pindar memiliki potensi besar untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terlayani oleh lembaga keuangan konvensional.
Namun, ia menilai maraknya aktivitas pinjol ilegal menjadi tantangan karena berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
PWI dan AFPI Perkuat Literasi Keuangan
Munir menyebut korban pinjol ilegal kerap menghadapi praktik penagihan yang tidak beretika, intimidasi, teror, penyalahgunaan data pribadi, hingga penipuan digital.
Ia mengatakan, "Ini yang harus kita gaungkan agar masyarakat betul-betul paham dan mengerti. Karena pinjaman online ilegal yang selama ini marak terjadi, yang menjadi korban adalah masyarakat."
Ia berharap para wartawan memanfaatkan workshop tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai industri pindar sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Munir menambahkan PWI bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkomitmen mendorong edukasi kepada masyarakat melalui karya jurnalistik agar masyarakat memahami perbedaan antara pindar berizin dan pinjol ilegal.
Ia mengungkapkan, "Oleh karenanya, antara kita dengan AFPI ini mendorong agar ayo bersama-sama kita memberikan literasi kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat melalui wartawan."
Workshop Jurnalistik bertema "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik" digelar AFPI bekerja sama dengan PWI sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan dan perlindungan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan



