HOME  ⁄  Ekonomi

Diskum Batam Catat 57 Pelaku Usaha Mikro Manfaatkan Pinjaman Modal Bunga Nol Persen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Diskum Batam Catat 57 Pelaku Usaha Mikro Manfaatkan Pinjaman Modal Bunga Nol Persen
Foto: Pelanggan sedang melihat berbagai produk UMKM Batam di salah satu toko oleh-oleh di Batam, Kepri 22/7/2026 (sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak 57 pelaku usaha mikro telah memanfaatkan program subsidi bunga pinjaman modal hingga 19 Agustus 2026.

Program tersebut memberikan akses pinjaman modal maksimal Rp20 juta kepada setiap pelaku usaha mikro dengan bunga nol persen, tanpa agunan, serta tanpa biaya administrasi dan provisi.

Kepala Diskum Kota Batam Salim mengatakan 57 penerima program tersebut tersebar di tiga bank yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam.

"Per 19 Agustus 2026, yang sudah akad untuk pinjaman ada 22 usaha mikro di BTN, 33 di BRK Syariah dan dua di Bank Sumut," kata Salim di Batam, Kamis (20/8/2026).

Tiga Bank Salurkan Pinjaman Modal Bunga Nol Persen

Dari total penerima tersebut, sebanyak 22 pelaku usaha mikro melakukan akad pinjaman melalui Bank BTN, sedangkan 33 pelaku usaha mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui BRK Syariah.

BRK Syariah tercatat menjadi bank penyalur dengan jumlah penerima terbanyak, sementara dua pelaku usaha mikro lainnya melakukan akad pinjaman melalui Bank Sumut.

Selain bunga nol persen dan tanpa agunan, pelaku usaha mendapatkan tenor pembayaran pinjaman maksimal selama dua tahun.

Pemerintah Kota Batam sebelumnya bekerja sama dengan Bank BTN untuk menjalankan program subsidi bunga sejak 2025.

Jaringan bank penyalur kemudian diperluas melalui kerja sama dengan BRK Syariah pada Juni 2026 dan Bank Sumut pada Juli 2026.

Salim mengatakan masing-masing bank melakukan promosi untuk memperkenalkan fasilitas pembiayaan tersebut kepada pelaku usaha mikro.

"Setiap bank melakukan promosi dan dari Diskum juga kami promosikan program ini untuk memaksimalkan minat pelaku usaha terhadap pinjaman permodalan," ujar Salim.

Pemerintah Kota Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung pelaksanaan program subsidi bunga pinjaman modal tersebut.

D’KUMI Galeri Perluas Pasar Produk UMKM Batam

Selain memperluas akses permodalan, Diskum Kota Batam berupaya meningkatkan akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan D’KUMI Galeri.

D’KUMI Galeri telah diresmikan di Terminal Feri Internasional Sekupang dengan menampilkan sekitar 550 jenis produk dari 27 pelaku UMKM Batam pada tahap awal.

Pemilihan kawasan pelabuhan internasional ditujukan untuk membuka peluang pemasaran produk lokal kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

"D’KUMI Galeri ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di kawasan pelabuhan internasional di mana banyak lalu lalang wisatawan mancanegara," kata Salim.

Diskum Kota Batam dalam waktu dekat juga berencana membuka D’KUMI Galeri di Gedung DPRD Kota Batam.

Diskum Kota Batam selanjutnya mengusulkan pembukaan galeri serupa di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada tahun berikutnya.

Perluasan lokasi galeri diharapkan membuat produk UMKM Batam semakin mudah dikenal masyarakat serta pengunjung dari luar daerah dan luar negeri.

"Ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta mempromosikan produk lokal hingga ke tingkat nasional maupun internasional," kata Salim.

Pemerintah Kota Batam melalui program tersebut menjalankan dua pendekatan untuk mendukung pelaku usaha mikro dan UMKM, yakni menyediakan akses permodalan hingga Rp20 juta dengan bunga nol persen serta memperluas pemasaran produk melalui D’KUMI Galeri.

Penulis :
Shila Glorya