
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 107,46 poin atau 1,68 persen ke posisi 6.501,59 pada perdagangan Kamis (20/8/2026), sejalan dengan penguatan sejumlah bursa saham di kawasan Asia dan global.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 11,27 poin atau 1,80 persen menjadi 638,27.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai penguatan pasar saham Asia berlangsung sejalan dengan kenaikan bursa Wall Street.
"Bursa regional Asia menguat sejalan dengan penguatan bursa Wall Street, dimana pelaku pasar tampaknya mengesampingkan hasil rilis risalah The Fed yang mana banyak para pejabat The Fed mulai mendukung kenaikan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan lalu," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS Dorong Aset Berisiko
Dari sentimen global, perhatian investor beralih kepada penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang mendorong pelaku pasar meningkatkan eksposur terhadap aset-aset berisiko, termasuk saham.
Penurunan imbal hasil terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan peningkatan pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang.
Nilai buyback obligasi jangka panjang akan dinaikkan menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS untuk setiap operasi mulai 9 September 2026, dari sebelumnya 2 miliar dolar AS per operasi.
"Rencana kebijakan ini meredakan kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman yang telah sangat membebani pasar ekuitas global," ujar Nico.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati keputusan Bank Sentral China yang mempertahankan suku bunga pinjaman utama atau LPR tenor satu tahun pada level 3,0 persen dan tenor lima tahun sebesar 3,5 persen.
Keputusan tersebut sejalan dengan komitmen Bank Sentral China untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.
Ekspektasi terhadap kemungkinan stimulus tambahan di China juga menguat setelah data ekonomi Juli 2026 menunjukkan pelemahan.
Perdana Menteri China Li Qiang turut menyerukan percepatan pergeseran menuju sumber-sumber baru yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
Investor selanjutnya menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di Beijing pada 25–28 Agustus 2026 untuk mendapatkan sinyal mengenai arah kebijakan berikutnya.
Kebijakan BI dan Seluruh Sektor Topang IHSG
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan dinilai konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah peningkatan volatilitas global akibat perang di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan BI juga diarahkan untuk menjaga inflasi dalam sasaran 1,5–3,5 persen pada 2026 dan 2027 serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Bank Indonesia menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar domestik maupun luar negeri, menawarkan insentif untuk mendorong masuknya dana asing, serta memanfaatkan berbagai kebijakan makroprudensial.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan likuiditas perbankan tetap mencukupi sehingga dapat mendukung peningkatan penyaluran kredit.
Dalam perdagangan, IHSG dibuka menguat dan bertahan di wilayah positif hingga penutupan sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga menjelang penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham berakhir menguat dengan sektor barang baku mencatat kenaikan terbesar sebesar 3,46 persen.
Sektor barang konsumen nonprimer menyusul dengan kenaikan 2,16 persen, sedangkan sektor industri menguat 2,15 persen.
Saham yang mencatat penguatan harga terbesar meliputi BRRC, TRUK, KIJA, ALKA, dan COIN, sedangkan saham dengan pelemahan harga terbesar adalah CTBN, BMBL, ARKO, KING, dan WEGE.
Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari tercatat sebanyak 2,262 juta kali transaksi dengan volume 77,09 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp15,77 triliun.
Sebanyak 480 saham mengalami kenaikan harga, 196 saham melemah, dan 287 saham tidak mengalami perubahan harga.
Mayoritas Bursa Asia Menguat
Penguatan juga terjadi pada sebagian besar bursa utama di kawasan Asia dengan indeks Nikkei naik 1,46 persen menjadi 66.278,00 dan indeks Shanghai menguat 0,24 persen menjadi 3.903,72.
Indeks Hang Seng menguat 0,80 persen ke posisi 25.698,49, sementara indeks Kospi melonjak 5,89 persen menjadi 6.852,58.
Berbeda dengan mayoritas bursa kawasan, indeks Strait Times melemah 0,39 persen ke posisi 5.671,91.
- Penulis :
- Leon Weldrick



