HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat Terbatas ke 6.525,48, Sentimen The Fed dan Harga Minyak Membayangi Pasar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Menguat Terbatas ke 6.525,48, Sentimen The Fed dan Harga Minyak Membayangi Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, dengan penguatan terbatas sebesar 7,36 poin atau 0,11 persen ke level 6.525,48 di tengah perhatian investor terhadap sejumlah sentimen global dan domestik.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 2,01 poin atau 0,31 persen ke posisi 643,83.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pergerakan pasar saham Asia dipengaruhi pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh.

"Bursa Asia didominasi pelemahan setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026," kata Nico.

Pernyataan The Fed dan Harga Minyak Tekan Sentimen

Dari sentimen global, Warsh dalam pidatonya di Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026, memperingatkan bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan yang berarti.

Warsh juga kembali menegaskan komitmen para pembuat kebijakan untuk membawa tingkat inflasi menuju target sebesar 2 persen.

Pernyataan tersebut kembali meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada September 2026.

Sentimen pasar global turut tertekan oleh lonjakan harga minyak setelah militer Amerika Serikat menargetkan peluncur roket Iran yang disebut sedang bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, penguatan IHSG masih terbatas karena investor cenderung berhati-hati menjelang publikasi sejumlah data ekonomi penting pada pekan ini.

Pelaku pasar antara lain menantikan data inflasi Indonesia periode Agustus 2026 serta data perdagangan Indonesia periode Juli 2026.

Sentimen positif domestik datang dari persetujuan DPR RI terhadap Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.

Destry akan menggantikan Perry Warjiyo yang disebut mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026.

IHSG Berbalik ke Zona Hijau pada Sesi Kedua

Dalam jalannya perdagangan, IHSG dibuka melemah dan bertahan di teritori negatif hingga berakhirnya sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG berbalik arah menuju zona hijau dan mempertahankan penguatan hingga perdagangan ditutup.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor tercatat menguat, dengan sektor keuangan memimpin kenaikan sebesar 1,23 persen.

Data perdagangan juga mencatat sektor energi menguat 0,94 persen serta terdapat catatan kenaikan sektor keuangan sebesar 0,58 persen.

Sementara itu, empat sektor mengalami pelemahan dengan sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 1,65 persen.

Sektor barang baku turun 0,71 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer melemah 0,35 persen.

Saham KOTA, SRSN, ASLI, BSIM, dan FORU menjadi saham yang mencatat penguatan harga terbesar.

Sebaliknya, saham DWGL, RGAS, TMPO, FUJI, dan TCPI tercatat mengalami pelemahan harga terbesar.

Transaksi BEI Capai Rp24,99 Triliun

Frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 2.372.000 kali transaksi dengan volume sebanyak 50,33 miliar lembar saham.

Nilai transaksi sepanjang perdagangan tercatat mencapai Rp24,99 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 413 saham menguat, 245 saham melemah, dan 305 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pergerakan bursa saham regional Asia pada sore hari berlangsung bervariasi dengan indeks Nikkei melemah 0,23 persen ke posisi 66.256,00.

Indeks Shanghai menguat 0,46 persen ke posisi 3.986,30, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,07 persen ke posisi 25.566,99.

Indeks Kospi menguat 0,46 persen ke posisi 6.820,02, sementara indeks Straits Times naik 0,97 persen ke posisi 5.755,36.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026