HOME  ⁄  Ekonomi

Bandara Melalan Batalkan Penerbangan akibat Kabut Asap demi Menjaga Keselamatan Penumpang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bandara Melalan Batalkan Penerbangan akibat Kabut Asap demi Menjaga Keselamatan Penumpang
Foto: (Sumber :Penerbangan perintis di Bandara Melalan Kutai Barat, Kaltim. ANTARA/HO-Bandara Melalan.)

Pantau - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, membatalkan sejumlah penerbangan pada 1–5 September 2026 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang membuat jarak pandang turun hingga di bawah satu kilometer.

Kepala UPBU Melalan Bernard Repelita Purba mengatakan penghentian operasional merupakan penerapan prinsip safety first atau mengutamakan keselamatan penerbangan.

Kondisi kabut asap yang pekat membuat penerbangan dari dan menuju Bandara Melalan terpaksa dihentikan karena jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.

"Langkah penghentian ini kami ambil murni demi keselamatan penerbangan, di mana maskapai seperti Wings Air dan Smart Aviation yang melayani rute perintis telah mengumumkan pembatalan hingga pekan depan apabila hujan tidak kunjung turun," ujar Bernard di Samarinda, Rabu (2/9/2026).

Selain penerbangan Wings Air dan Smart Aviation, penerbangan sewaan atau charter menggunakan helikopter pribadi milik PT Bayan juga dipastikan tidak beroperasi.

Kabut Asap Ganggu Proses Pendaratan Pesawat

Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dinilai membahayakan prosedur penerbangan, terutama saat pesawat melakukan pendekatan dan pendaratan.

Dalam kondisi normal, Bandara Melalan melayani rata-rata 60 penumpang per hari dengan tingkat keterisian lebih dari 80 persen.

Jumlah penumpang yang dilayani Bandara Melalan dalam kondisi normal mencapai sekitar 1.800 orang setiap bulan.

Penyesuaian operasional tersebut sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menetapkan penerbangan harus ditunda, dialihkan, atau dibatalkan apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum.

Penerbangan Dibuka Setelah Syarat Keselamatan Terpenuhi

Dampak kabut asap juga terjadi di bandara lain, termasuk Bandara Muara Teweh yang telah berhenti beroperasi selama lebih dari satu pekan.

Sementara itu, bandara dengan kelas lebih tinggi di Kalimantan Timur, seperti di Balikpapan, Samarinda, dan Berau, dilaporkan masih dapat beroperasi secara normal.

Otoritas Bandara Melalan terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang sebelum memutuskan pembukaan kembali aktivitas penerbangan.

Operasional penerbangan di Kutai Barat baru akan kembali dibuka setelah seluruh persyaratan keselamatan penerbangan terpenuhi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026