HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian Ekraf dan Jamu Jago Jajaki Kolaborasi untuk Dorong Jamu Indonesia Menembus Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian Ekraf dan Jamu Jago Jajaki Kolaborasi untuk Dorong Jamu Indonesia Menembus Pasar Global
Foto: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, menerima audiensi PT Jamu Jago di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa 1/9/2026 (sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Jamu Jago untuk mengoptimalkan potensi jamu sebagai produk kreatif bernilai tambah tinggi sekaligus mendorong produk herbal Indonesia bersaing di pasar global.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap pergerakan perekonomian daerah melalui pengembangan industri jamu dan pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dalam rantai pasoknya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai ekosistem jamu nasional memiliki peluang besar menembus pasar global apabila dikembangkan melalui pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan akar budayanya.

“Saya percaya jamu bisa mendunia. Agar jamu sejajar dengan produk global, kita harus memodernisasi kemasan serta penyajiannya, baik melalui format kekinian yang mudah diakses maupun bentuk kapsul yang praktis, tanpa menghilangkan akar budayanya,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Modernisasi Jamu dan Pemberdayaan UMK

Menurut Irene, modernisasi dapat dilakukan melalui pengembangan kemasan dan cara penyajian agar jamu semakin mudah diterima serta diakses konsumen, termasuk dengan menghadirkannya dalam bentuk kapsul yang praktis dikonsumsi.

Meski memiliki potensi menembus pasar global, industri jamu Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rantai pasok, branding atau pembangunan merek, hingga keterbatasan wirausahawan yang mampu menjalankan usaha dalam skala industri.

Dalam penjajakan kolaborasi bersama PT Jamu Jago, Kementerian Ekraf berupaya menyelaraskan berbagai program sebagai langkah awal untuk mengembangkan industri jamu secara berkelanjutan.

Salah satu fokus kolaborasi tersebut adalah menjaga keberlanjutan tradisi kesehatan herbal sebagai bagian dari budaya Indonesia sekaligus memberdayakan UMK yang terlibat dalam rantai pasok industri jamu.

Jamu Jago juga memaparkan sejumlah inisiatif strategis untuk menghidupkan kembali budaya minum jamu agar kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari gaya hidup modern, khususnya bagi generasi muda.

Upaya menjangkau generasi muda dilakukan melalui edukasi dan inovasi produk sehingga jamu dapat disajikan dalam bentuk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Irene menekankan perlunya percepatan pengembangan produk agar potensi jamu dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

“Kita perlu bergerak cepat agar produk jamu ini benar-benar berputar untuk menggerakkan ekonomi Indonesia, sehingga nantinya seluruh persiapan yang matang ini dapat dengan mudah dikolaborasikan di berbagai lokasi yang ditargetkan,” kata Irene.

Persiapan program yang matang dinilai penting agar skema kolaborasi tersebut dapat diterapkan dengan lebih mudah di berbagai lokasi yang menjadi sasaran pengembangan.

Ekspor Subsektor Kuliner Tunjukkan Tren Positif

Sinergi pengembangan jamu tersebut sejalan dengan tren positif industri ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang terus menunjukkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor kuliner memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 dengan porsi mencapai 41,06 persen.

Pada periode yang sama, subsektor kuliner mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,44 persen.

Nilai ekspor barang ekonomi kreatif dari subsektor tersebut juga meningkat dari 0,23 miliar dolar AS pada periode Januari-April 2025 menjadi 0,28 miliar dolar AS pada Januari-April 2026.

Jamu Jago Siap Tindak Lanjuti Kolaborasi

Komisaris Utama Jamu Jago Bambang Sutantio menyatakan kesiapan perusahaan untuk menindaklanjuti arahan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dalam mendorong kebangkitan jamu Indonesia hingga ke pasar global.

Perusahaan akan memastikan ketersediaan barang dan mempercepat pergerakan logistik untuk mendukung pelaksanaan program yang direncanakan.

Jamu Jago juga akan menyusun secara terperinci berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan program tersebut.

“Kami sangat senang Ibu Wamen Ekraf memiliki visi yang sama untuk membangkitkan jamu sampai kancah global. Terima kasih atas diskusi yang produktif untuk kemajuan program Jamu Jago, dan kami siap menindaklanjuti seluruh arahan Ibu Wamen demi kebangkitan jamu Indonesia,” ujar Bambang.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026