
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membuka peluang bagi perempuan desa untuk memperluas pasar karya dan produk ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan industri properti dan perbankan.
Jejaring sektor properti dan perbankan dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku ekonomi kreatif di desa, termasuk perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa, untuk menjangkau pasar lebih luas.
“Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Arsitektur, Desain, dan Kriya Berpeluang Masuk Proyek Properti
Teuku Riefky menilai subsektor arsitektur, desain, dan kriya memiliki peluang besar untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri properti.
Produk dan karya kreatif dari desa tidak hanya berpotensi dipasarkan sebagai komoditas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan proyek dan kawasan properti.
Peluang tersebut dapat diperkuat melalui pendampingan berupa publikasi karya, pengembangan produk, peningkatan kualitas kemasan, sertifikasi halal, hingga pemanfaatan ekosistem digital.
“Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Teuku Riefky juga mendorong pembentukan forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sektor perbankan agar pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan dapat menghasilkan akses nyata bagi pelaku kreatif.
Industri Properti Melihat Ruang Kolaborasi Besar
CEO Journalist Media Network sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank Indra Utama mengatakan ekonomi kreatif memiliki ruang besar untuk berkolaborasi dengan industri properti.
“Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti,” ujarnya.
Kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, komunitas perempuan desa, industri properti, dan perbankan diharapkan memperluas kesempatan talenta kreatif daerah dalam mengembangkan sekaligus mengomersialkan karya mereka.
Teuku Riefky sebelumnya menerima penghargaan “The National Person Supports the Enhancement of the Creative Economy” pada 20th Annual Indonesia Property&Bank Award 2026 atas komitmen dan kontribusinya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




