HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Kendari Aktifkan Kembali Sentra IKM Sanua, Pedagang Didorong Pindah dari Pinggir Jalan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemkot Kendari Aktifkan Kembali Sentra IKM Sanua, Pedagang Didorong Pindah dari Pinggir Jalan
Foto: Masyarakat saat mengunjungi dan membeli aneka makanan yang berada di Sentra IKM olahan pangan Kendari, Sulawesi Tenggara (sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Pantau - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara, mengaktifkan kembali Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) olahan pangan di Kelurahan Sanua, Kendari Barat, untuk memberdayakan pelaku usaha sekaligus menata aktivitas perdagangan di kawasan perkotaan.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan pemanfaatan kembali sentra tersebut dilakukan agar pelaku IKM dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) olahan pangan memiliki lokasi berjualan yang lebih layak.

"Supaya para pengusaha, IKM dan UMKM seperti rumah makan ikan bakar tidak lagi berjualan di pinggiran jalan," kata Siska.

Sentra IKM Sanua Miliki 14 Los

Sentra IKM Sanua sebenarnya telah dibangun sejak 2021 menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Namun, menurut Siska, fasilitas tersebut selama ini terbengkalai karena tidak pernah dimanfaatkan pemerintah daerah untuk pelaku UMKM.

Sentra IKM Sanua memiliki sebanyak 14 los yang dapat digunakan pelaku IKM dan UMKM yang bergerak dalam usaha aneka olahan pangan lokal.

"Di sini ada 14 lods diharapkan IKM dan UMKM olahan pangan kita bisa menggunakan untuk kesejahteraan mereka," ungkap Siska.

Selain memberdayakan pelaku usaha, pengaktifan kembali Sentra IKM Sanua menjadi bagian dari kebijakan Pemkot Kendari untuk menata aktivitas ekonomi agar tidak tersebar di pinggiran jalan.

Para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan pelabuhan dan pasar kota diharapkan dapat berpindah dan menjalankan usahanya di Sentra IKM Sanua.

"Supaya para penjual di area pelabuhan dan pasar kota bisa pindah berjualan di sini, tidak berhamburan di pinggiran jalan," kata Siska.

Pemkot Kendari memberikan fasilitas gratis selama tiga bulan pertama kepada pedagang UMKM yang bersedia pindah dan berjualan di sentra tersebut.

Untuk sementara waktu, para pedagang juga diminta melakukan pembersihan lokasi Sentra IKM secara mandiri.

Menurut Siska, pemanfaatan kembali fasilitas tersebut memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.

"Ini juga manfaat ganda selain untuk para pedagang juga kota Kendari lebih tertata dan tidak kumuh," ungkap Siska.

Sekitar 600 IKM Olahan Pangan Serap 1.500 Tenaga Kerja

Kota Kendari tercatat memiliki sekitar 600 IKM yang secara khusus bergerak dalam bidang olahan pangan dengan kemampuan menyerap kurang lebih 1.500 tenaga kerja.

Potensi tersebut dinilai cukup besar untuk membantu mendorong perputaran perekonomian sekaligus pertumbuhan sektor kewirausahaan di Kota Kendari.

Kota Kendari disebut masuk dalam tiga besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi nasional setelah mencatat capaian sebesar 7,78 persen pada triwulan pertama 2026.

"Pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan terus diperkuat melalui pengembangan sektor usaha, peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja," kata Siska.

Sentra IKM Diharapkan Perluas Pemasaran Produk Lokal

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerprin) Kota Kendari Farida Agustina mengatakan keberadaan Sentra IKM Sanua juga dapat membantu memperluas pemasaran berbagai produk olahan pangan lokal.

Sentra tersebut diharapkan menjadi tempat membangun jejaring ekonomi antara pelaku UMKM dan pengunjung sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal Kota Kendari.

"Sehingga olahan pangan lokal kita lebih dikenal dan disukai karena promosinya bisa dilakukan di sentra IKM ini," kata Farida.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026