HOME  ⁄  Ekonomi

Laba Bersih Antam Melonjak 34,4 Persen Jadi Rp6,91 Triliun pada Semester I-2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Laba Bersih Antam Melonjak 34,4 Persen Jadi Rp6,91 Triliun pada Semester I-2026
Foto: Tangkapan Layar - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira memberikan paparan dalam Public Expose Live 2026 secara daring, di Jakarta, Kamis 10/9/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada semester I-2026 atau melonjak 34,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp5,14 triliun.

Kenaikan laba tersebut terjadi ketika pendapatan perseroan tumbuh 6,3 persen secara tahunan dari Rp59,02 triliun menjadi Rp62,71 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan turut memperkuat profitabilitas perseroan.

“Pada semester I-2026, kami membukukan sekitar Rp63 triliun dengan laba bersih sekitar Rp6,9 triliun,” ungkap Arini.

Margin laba bersih Antam pun meningkat dari sekitar 8,7 persen pada semester I-2025 menjadi 11 persen pada semester I-2026.

Efisiensi Operasional Dongkrak Profitabilitas Antam

Arini menjelaskan peningkatan profitabilitas Antam antara lain ditopang efisiensi operasional serta upaya menjaga kualitas produksi dan volume penjualan, terutama pada komoditas emas dan nikel.

“Ini sebetulnya merupakan buah dari komitmen perusahaan atas fokus kita di eksekusi efisiensi operasional dan juga menjaga kualitas produksi dan volume penjualan, utamanya di emas dan nikel,” ungkap Arini.

Head of Investor Relations Antam Ihsan Rahman mengatakan perseroan juga berupaya memaksimalkan utilisasi kapasitas untuk mencapai target produksi sekaligus menekan biaya operasional melalui sinergi antarunit bisnis.

Salah satu langkah efisiensi dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan energi pada smelter feronikel Pomalaa.

Antam juga menerapkan pemeliharaan prediktif untuk mengurangi waktu henti operasi sehingga utilisasi fasilitas produksi dapat lebih optimal.

“Tentu kita akan memaksimalkan utilisasi kapasitas kita untuk mencapai target produksi. Selain itu, dari sisi operasional dan keuangan, sinergi yang terus dilakukan antara unit-unit bisnis ini sangat membantu untuk menekan biaya,” ungkap Ihsan.

Emas Jadi Penyumbang Pendapatan Terbesar

Berdasarkan segmen komoditas, emas menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Antam pada semester I-2026 dengan nilai sekitar Rp50,1 triliun.

Pada periode tersebut, Antam mencatat volume produksi emas sebesar 430 kilogram dengan volume penjualan mencapai 18,1 ton.

Segmen bijih nikel dan feronikel secara keseluruhan menyumbang pendapatan sekitar Rp10,4 triliun.

Produksi bijih nikel Antam mencapai 7,8 juta wet metric ton (wmt), sedangkan volume penjualannya tercatat sebesar 6,8 juta wmt dengan pendapatan Rp8,6 triliun.

Untuk feronikel, Antam membukukan produksi sebesar 7,8 ribu ton nikel dalam feronikel dan volume penjualan mencapai 7,6 ribu ton.

Penjualan feronikel tersebut menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,8 triliun.

Sementara itu, produksi bauksit Antam mencapai sekitar 1,3 juta wmt dengan volume penjualan sekitar 1,3 juta wmt dan pendapatan sebesar Rp870 miliar.

Likuiditas Antam Capai Rp9,23 Triliun

Selain mencatat pertumbuhan produksi dan penjualan, Antam membukukan kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun pada akhir semester I-2026.

Total aset perseroan tercatat sebesar Rp61,27 triliun dengan ekuitas Rp38,53 triliun dan total utang berbunga sekitar Rp5,74 triliun.

Arini mengatakan posisi likuiditas tersebut memberikan ruang bagi Antam untuk membiayai kebutuhan operasional sekaligus mendukung pelaksanaan sejumlah proyek pengembangan.

Pada semester I-2026, arus kas bersih Antam dari aktivitas operasi tercatat sekitar Rp4,2 triliun, sementara margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai 14,8 persen.

Berdasarkan rasio 12 bulan terakhir atau trailing twelve months (TTM) hingga akhir semester I-2026, tingkat pengembalian atas aset atau return on assets (ROA) Antam mencapai 16 persen, lebih tinggi dibandingkan acuan industri sebesar 13 persen.

Tingkat pengembalian atas ekuitas atau return on equity (ROE) perseroan mencapai 25 persen, juga melampaui acuan industri sebesar 17,6 persen.

Antam menyatakan akan melanjutkan efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta disiplin pengelolaan keuangan untuk mempertahankan profitabilitas dan memperkuat ketahanan arus kas.

Perseroan juga berkomitmen menjaga profil keuangan yang sehat sekaligus memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham.

“Ke depannya perseroan akan terus berkomitmen untuk menjaga profil keuangan yang sehat ini dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham,” ungkap Arini.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026